3 Poin Kunci yang Menentukan Kelayakan Kaltim Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026

Peluang Kalimantan Timur Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026

Pembangunan infrastruktur olahraga di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menarik perhatian, terutama dalam konteks penyelenggaraan Piala AFF U-17 2026. PSSI tengah memverifikasi tiga stadion sebagai kandidat tuan rumah ajang sepak bola internasional tersebut. Tiga stadion yang masuk dalam daftar verifikasi awal adalah Stadion Batakan di Balikpapan, Stadion Segiri di Samarinda, dan Stadion Palaran di Samarinda. Proses verifikasi ini dilakukan dengan mengacu pada standar AFC dan PSSI, mencakup stadion utama, lapangan latihan, hingga fasilitas pendukung seperti hotel.

Verifikasi Stadion oleh Tim PSSI

Tim pusat PSSI telah melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi tiga stadion tersebut. Di Balikpapan, tim meninjau Stadion Batakan serta lapangan pemusatan latihan (TC) Batakan dan Lapangan Bima Sakti Lanud. Di Samarinda, peninjauan meliputi Stadion Madya Sempaja Gelora Kadrie Oening, Stadion Palaran, lapangan latihan luar Palaran, training ground Borneo FC, dan Stadion Segiri.

Direktur Kompetisi Asprov PSSI Kaltim, Reza Katamsi, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penilaian kelayakan venue internasional. Menurutnya, peluang Kaltim cukup terbuka karena infrastruktur stadion terus mengalami perbaikan dan aktif digunakan untuk pertandingan profesional.

Poin Penting yang Jadi Penentu

Perwakilan tim verifikator PSSI, Surya Binanga, menegaskan bahwa pengecekan tidak hanya berfokus pada stadion utama, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya. Standar penilaian mengacu pada regulasi federasi, termasuk standar AFC dan PSSI. Aspek yang diperiksa meliputi kualitas rumput, ruang ganti pemain, fasilitas pertandingan, lapangan latihan, hingga kesiapan hotel untuk tamu internasional.

Surya menambahkan bahwa PSSI mendorong pemerataan penyelenggaraan turnamen internasional di luar Pulau Jawa agar berdampak langsung pada ekonomi daerah. Hasil verifikasi akan dilaporkan, termasuk kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki.

Catatan Teknis dan Peluang Kaltim

Dari peninjauan awal, Stadion Palaran dan Stadion Batakan dinilai sebagai kandidat kuat bersama Stadion Segiri. Namun, masih terdapat sejumlah catatan teknis yang perlu dilengkapi. Salah satu perhatian utama adalah pencahayaan stadion, yang harus mencapai minimal 1.400 lux. Jika terpenuhi, peluang menjadi tuan rumah semakin terbuka.

Selain Kaltim, Sumatera Utara juga disebut berpeluang menjadi tuan rumah. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan Sumut berpotensi menggelar Piala AFF U-17 dan U-19 2026.

Usulan dari Media Sosial

Wacana Kaltim menjadi tuan rumah turut menguat setelah adanya komunikasi antara Arya Sinulingga dan pengusaha muda asal Kaltim, Nico Ginting, yang berawal dari usulan melalui media sosial. Nico menyampaikan ide tersebut kepada Arya, yang kemudian langsung menghubungi untuk mengecek lapangan di Kaltim terlebih dahulu.

Jika terealisasi, pertandingan direncanakan berlangsung di Balikpapan dan Samarinda, dengan Stadion Batakan, Palaran, dan Segiri sebagai venue utama.

Profil Stadion Kandidat Tuan Rumah AFF U-17 2026

Profil Stadion Batakan (Balikpapan)



Stadion Batakan terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan menjadi markas Persiba Balikpapan. Stadion ini diresmikan pada tahun 2017 dengan desain modern yang menyerupai stadion-stadion di Eropa. Stadion Batakan memiliki kapasitas sekitar 40.000 penonton, dilengkapi tribun bertingkat, atap yang menutupi sebagian besar kursi penonton, serta fasilitas pendukung berstandar internasional. Stadion ini kerap digunakan untuk pertandingan Liga Indonesia dan berbagai event olahraga berskala besar.

Profil Stadion Segiri (Samarinda)





Stadion Segiri merupakan stadion sepak bola ikonik di pusat Kota Samarinda dengan kapasitas sekitar 13.000–15.000 penonton. Dibangun pada era 1960–1970-an, stadion ini kini menjadi markas Borneo FC Samarinda. Stadion Segiri telah mengalami renovasi besar pada 2005–2008 dan kembali direnovasi pada 2024 oleh Kementerian PUPR dengan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk meningkatkan standar fasilitas. Stadion ini memiliki dua tribun utama, yakni tribun tertutup (VIP) di sisi barat serta tribun terbuka di sisi utara, selatan, dan timur.

Profil Stadion Palaran (Samarinda)



Stadion Utama Palaran atau Stadion Utama Kalimantan Timur merupakan stadion serbaguna terbesar di Kalimantan. Stadion ini diresmikan pada 18 Juni 2008 untuk pembukaan PON XVII. Dibangun dengan anggaran sekitar Rp800 miliar, stadion ini memiliki kapasitas 35.000 penonton dengan konsep all seater. Stadion Palaran dilengkapi rumput berstandar internasional Zoysia Matrella, CCTV, serta kompleks olahraga pendukung. Setelah sempat terbengkalai sejak 2018, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini tengah melakukan upaya revitalisasi, termasuk perbaikan akses jalan, pengecatan ulang, penambahan penerangan, serta pengaktifan kembali stadion sebagai pusat kegiatan olahraga dan komunitas.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?