Daerah  

Dua Gempa Guncang Pangandaran dan Tasik Pagi dan Sore

Ringkasan Gempa di Wilayah Jawa Barat dan Sekitarnya

Beberapa gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya pada akhir minggu lalu. Gempa-gempa tersebut mengguncang beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Bandung, Sukabumi, dan Bogor. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Wilayah II mencatat berbagai kejadian gempa dengan magnitudo yang berbeda-beda.

Gempa di Tasikmalaya dan Pangandaran

Pada Kamis (26/2/2026) sore, gempa dengan magnitudo 2,6 mengguncang Tasikmalaya. Pusat gempa berada di darat, 16 km Barat Laut Kota Tasikmalaya. Kedalaman gempa mencapai 18 km. BMKG menyampaikan informasi ini melalui akun X mereka, menunjukkan lokasi pusat gempa dan detail lainnya.

Hari berikutnya, Jumat (27/2/2026) dini hari, gempa dengan magnitudo 2,7 mengguncang Pangandaran. Pusat gempa berada di laut, 147 km Selatan Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa adalah 13 km. Informasi ini juga disampaikan oleh BMKG Wilayah II melalui akun media sosial mereka.

Gempa di Cilacap dan Bandung

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 3,2 terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (26/2/2026) sore. Pusat gempa berada di laut, 144 km Selatan Cilacap. Kedalaman gempa adalah 10 km. BMKG menyampaikan informasi ini sambil memberi peringatan bahwa data masih dalam proses pengolahan dan bisa berubah.

Gempa juga terjadi di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (25/2/2026) malam. Magnitudo gempa adalah 2,5. Pusat gempa berada di laut, 110 km Barat Daya Kabupaten Bandung. Kedalaman gempa adalah 10 km. BMKG kembali memperingatkan bahwa informasi ini bersifat sementara.

Gempa di Sukabumi dan Bogor

Di hari yang sama, Rabu (25/2/2026) malam, dua gempa terjadi di Sukabumi dan Bogor. Gempa di Sukabumi memiliki magnitudo 2,5 dengan pusat gempa di laut, 71 km Selatan Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa mencapai 61 km. Sementara itu, gempa di Bogor memiliki magnitudo 1,6, dengan pusat gempa di darat, 22 km Barat Daya Kota Bogor. Kedalaman gempa hanya 5 km.

Skala MMI dan Tindakan Saat Gempa

BMKG juga merujuk pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menjelaskan tingkat getaran gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI: Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa.
  • II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang.
  • III MMI: Getaran terasa nyata dalam rumah.
  • IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang.
  • VI MMI: Dirasakan oleh semua orang.
  • VII MMI: Semua orang keluar dari rumah.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan.
  • IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
  • X MMI: Bangunan rusak parah.
  • XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri.
  • XII MMI: Hancur total.

Langkah yang Harus Dilakukan Saat Gempa

Agar tetap aman saat gempa terjadi, berikut tindakan yang perlu dilakukan:

  1. Tetap tenang

    Jangan panik dan cari tempat aman.

  2. Di dalam rumah

    Cari meja atau benda kokoh untuk berlindung dan lindungi kepala.

  3. Di luar ruangan

    Jauhi gedung dan cari area terbuka.

  4. Di kerumunan

    Ikuti arahan petugas dan cari jalur darurat.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Hindari lereng dan cari area lapang.

  6. Di laut

    Jika gempa bawah laut, segera ke dataran tinggi untuk menghindari tsunami.

  7. Di dalam kendaraan

    Tahan diri dan berhenti di tempat aman.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?