Cinta Ditolak, Nasib Pilu Mahasiswi Faradhila Ayu Nyaris Tewas di Kampus

Kasus Pembacokan Mahasiswi di UIN Suska Riau: Kekerasan yang Berawal dari Cinta yang Ditolak

Kasus yang menimpa Faradhila Ayu Pramesi (21) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau memicu kegundahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang bersiap mengikuti seminar skripsi, dan berakhir dengan luka parah di kepala dan tangan.

Kronologi Kejadian

Pada hari Kamis (26/2/2026), sekitar pukul 08.00 WIB, pelaku yang diketahui bernama Raihan Mufazzar (21) masuk ke ruang sidang Fakultas Syariah dan Hukum dengan membawa kapak dan parang. Ia langsung menyerang Farah yang sedang duduk di dalam ruangan. Korban mencoba menangkis serangan tersebut, namun akhirnya mengalami cedera pada pergelangan tangan dan kepala.

Petugas keamanan kampus segera merespons dan berhasil mengamankan pelaku. Di tas pelaku ditemukan satu senjata tajam lagi berupa parang. Korban sempat melarikan diri melalui jendela, tetapi akhirnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Motif Penyerangan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif penyerangan ini diduga berkaitan dengan hubungan asmara. Pelaku disebut merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban. Menurut informasi yang diungkap oleh sumber terpercaya, pelaku dan korban merupakan mahasiswa satu jurusan dan semester yang sama.

Mereka disebut-sebut memiliki hubungan dekat, bahkan saling komunikasi secara intens. Meski belum resmi berpacaran, pelaku merasa ada harapan dari korban. Namun, ketika mengetahui bahwa korban sudah memiliki kekasih, ia menjadi kecewa dan marah. Hal ini diduga menjadi pemicu aksi nekatnya.

Kondisi Korban dan Tindakan Kampus

Setelah menjalani operasi, kondisi Farah dilaporkan mulai membaik. Ia kini menjalani pemulihan di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap. Pihak kampus, termasuk Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, telah memberikan pendampingan penuh kepada korban. Termasuk bantuan pemulihan psikologis agar ia dapat kembali stabil secara mental.

Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

Pelaku telah ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian. Selain itu, proses hukum akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kejiwaan serta tes urine untuk memastikan apakah pelaku dalam kondisi sehat secara mental. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti-bukti secara profesional.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Edukasi

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan penggunaan senjata tajam dan perlunya edukasi tentang cara mengelola emosi, terutama dalam hubungan asmara. Pihak kampus dan lembaga terkait diharapkan bisa memberikan program pendidikan dan sosialisasi yang lebih efektif agar hal serupa tidak terulang.

Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
* Peningkatan pengawasan di lingkungan kampus, terutama di area-area yang rawan.
* Pemberian layanan konseling dan dukungan psikologis bagi mahasiswa yang mengalami konflik atau tekanan emosional.
* Sosialisasi tentang dampak negatif dari penggunaan senjata tajam dan pentingnya mengelola emosi secara sehat.

Dengan adanya kasus seperti ini, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada dan sadar akan risiko yang muncul dari tindakan impulsif yang dilakukan oleh individu yang sedang mengalami kesedihan atau kekecewaan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?