Bocah SD Kelas 6 Ditemukan Tewas di Samping Ibu yang Berlumuran Darah, Ponsel Hilang

Penemuan Mayat Bocah SD di Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat

Seorang bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) berinisial AS (12 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore, 3 Maret 2026. Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, inisial SS, yang sedang mencari keberadaan anaknya.

Korban ditemukan dalam kondisi tertutup kasur di lantai dua rumahnya dengan luka sayatan di leher dan punggung. Kondisi ruangan menunjukkan adanya kekacauan dan ceceran darah di sekitar tempat tidur. Polisi menduga korban meninggal akibat pembunuhan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Proses Penemuan dan Pemeriksaan TKP

Saat itu, SS pulang dari mengajar di madrasah dan biasanya AS akan menyambutnya dengan bersembunyi di bawah tangga. Namun, pada hari itu, tidak ada tanda-tanda kehadiran AS. Merasa curiga, SS kemudian mencari ke lantai dua rumah.

Di lantai dua, SS menemukan ember di kamar mandi yang biasanya terbuka tetapi kali ini tertutup. Ia juga melihat bahwa kondisi tempat tidur tidak seperti biasanya, serta ada ceceran darah di sekitar kasur. Setelah memeriksa lebih lanjut, SS menemukan AS dalam posisi tertutup kasur dan sudah tidak bernyawa.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke warga sekitar dan pihak RT serta RW setempat. Selanjutnya, polisi datang untuk melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka sayatan benda tajam di bagian leher dan punggung korban. Dari hasil olah TKP dengan tim Inafis, ditemukan sekitar empat luka di leher dan punggung korban.

Dugaan Pembunuhan dan Penghilangan HP

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kematian AS. Dugaan sementara adalah korban menjadi korban pembunuhan. Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan Satreskrim Polres Cimahi untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Selain luka sayatan, ponsel milik korban juga hilang. Hal ini diketahui dari pemeriksaan polisi dan keterangan langsung dari ibu korban. “Ada, HP korban hilang, yang biasa digunakan korban dan itu sudah dibenarkan oleh ibu korban,” ujar Iwan.

Tindakan Lanjutan

Jasad AS telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Hasil autopsi akan menjadi dasar dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi berharap dapat segera mengungkap misteri kematian AS.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga meminta keterangan dari keluarga korban dan warga sekitar. Saat ini, pihak kepolisian masih memastikan apakah ada indikasi tindak pidana lain yang terkait dengan peristiwa tersebut.

Kondisi Rumah dan Lingkungan

Rumah korban berada di Kampung Warung Tiwu, RT 02/RW 16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sebelum peristiwa, lingkungan sekitar terlihat tenang dan tidak ada tanda-tanda kecurigaan. Namun, setelah penemuan mayat, suasana berubah menjadi sangat serius.

Ketua RW setempat, Dadang Ansori, mengatakan bahwa ia tidak berani naik ke lantai dua tempat korban ditemukan. Ia hanya menunggu di bawah sambil menunggu petugas kepolisian tiba.

Kesimpulan

Peristiwa kematian bocah SD ini menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Dugaan pembunuhan membuat situasi semakin memprihatinkan. Polisi terus berupaya keras untuk menemukan pelaku dan mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.




Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?