Daerah  

Strategi Banjir Lamongan: Wagub Jatim Emil Dardak Siapkan Bendungan Baru dan Jabung Ring Dyke

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Banjir di Kabupaten Lamongan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus berupaya mengoptimalkan pengendalian banjir di Kabupaten Lamongan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pengoperasian pompa Sluis Kuro hingga pukul 22.00 WIB, guna mempercepat pembuangan air banjir. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka pendek untuk mengurangi dampak banjir yang sering melanda wilayah tersebut.

Penanganan Jangka Pendek di Sluis Kuro

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang fokus pada penanganan darurat. Pompa air di kawasan Kuro diaktifkan hingga malam hari, baik pompa permanen maupun mobile. Hal ini dilakukan karena kondisi air di Kuro luar lebih tinggi dibandingkan air di Kuro dalam.

Emil juga menegaskan bahwa keberadaan pompa sangat penting untuk membantu mengurangi genangan air di pemukiman warga. Meski suara bising dari mesin pompa bisa mengganggu masyarakat, ia meminta warga untuk memaklumi situasi ini.

Beberapa unit pompa tambahan dikerahkan untuk mempercepat pengurangan genangan air, antara lain:
* Dua unit pompa milik BBWS dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter per detik.
* Pompa milik Pemkab Lamongan.
* Unit pompa mobile tambahan di lapangan.

Seluruh pompa harus dalam kondisi optimal dan segera diperbaiki jika ditemukan kendala teknis. Emil menegaskan bahwa kegagalan satu pompa bisa mengganggu seluruh proses penanganan banjir.

Ke depan, pemerintah akan mengganti sistem pompa menggunakan tenaga listrik agar tidak lagi terkendala ketersediaan bahan bakar solar.

Master Plan PU dan Optimalisasi Floodway

Emil juga menyampaikan bahwa pemerintah telah meninjau master plan penanganan banjir dari Kementerian Pekerjaan Umum yang memanfaatkan jalur floodway atau kanal banjir. Kanal ini berfungsi mengalirkan air langsung ke laut dengan kapasitas rencana mencapai sekitar 650 meter kubik per detik.

Melalui langkah optimalisasi, kapasitas kanal tersebut sebenarnya bisa ditingkatkan hingga sekitar 1.000 meter kubik per detik. Namun, saat ini kapasitas air yang benar-benar bisa dialihkan ke floodway hanya sekitar 400 meter kubik per detik.

Persoalan ini nantinya akan dibahas bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengetahui penyebab aliran air belum optimal menuju floodway.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat tengah mengerjakan proyek di kawasan Jabung Ring Dyke dengan anggaran sekitar Rp 60 miliar. Proyek ini bertujuan meningkatkan daya tampung air di kawasan tersebut hingga mencapai 30 juta meter kubik.

Selain itu, pembangunan Bendungan Karangnongko menjadi bagian dari solusi permanen yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2028 atau awal 2029. Emil menjelaskan bahwa jika bendung gerak berjalan dan Jabung Ring Dyke selesai, aliran air ke hilir bisa berkurang secara signifikan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau akrab disapa Kaji Yes, mengatakan langkah jangka pendek tersebut sudah mulai dilakukan di lapangan. Ia akan segera berkoordinasi kembali dengan pihak terkait untuk mengoptimalkan pengaturan pintu floodway.

Kaji Yes juga mengingatkan perlunya antisipasi terhadap potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda Lamongan. “Jadi semuanya perlu diantisipasi secara seimbang,” ujarnya.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?