Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Jadi Tersangka, Keluarga Bersyukur

Penahanan Dokter Richard Lee, Sebuah Langkah Hukum yang Berat

Dokter Richard Lee resmi ditahan oleh Polda Metro Jaya setelah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk kecantikannya. Penahanan ini dilakukan pada Jumat (6/3/2026) malam, setelah penyidik menemukan bahwa Richard tidak kooperatif dan sering mangkir dari wajib lapor.

Penahanan tersebut berawal dari laporan yang diajukan oleh Dokter Detektif (Doktif), seorang influencer kecantikan yang mengaku lega atas tindakan hukum yang diambil terhadap Richard Lee. Ia menyatakan bahwa penahanan ini merupakan bentuk keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh pernyataan dan praktik Richard Lee.

Alasan Penahanan

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa Richard Lee ditahan karena dinilai menghambat proses penyidikan. Tersangka tidak hadir dalam pemeriksaan tambahan pada 3 Maret 2026 tanpa memberikan keterangan yang jelas. Bahkan, pada hari itu, Richard diketahui sedang melakukan live di akun TikTok-nya. Selain itu, ia juga tidak hadir dalam wajib lapor pada Senin, 23 Februari 2026, dan Kamis, 5 Maret 2026.

Berdasarkan hal tersebut, pihak kepolisian menahan Richard Lee di Rutan Polda Metro Jaya sekira pukul 21.50 WIB setelah dilakukan pengecekan kesehatan. Barang pribadi yang tidak terkait proses penyidikan juga diserahkan kepada kuasa hukumnya.

Perkara yang Mengundang Kontroversi

Perkara ini bermula dari keluhan konsumen yang membeli produk White Tomato dari Richard Lee melalui marketplace dengan harga Rp 670.100. Produk tersebut kemudian dipersoalkan karena diduga tidak sesuai dengan klaim pada kemasan. Kasus serupa terjadi kembali ketika konsumen membeli produk DNA Salmon seharga Rp 1.032.700 dan Miss V Stem Cell by Athena Group seharga Rp 922.000, yang ternyata hasil repacking dari produk RE.Q ping.

Doktif, yang awalnya menjadi bagian dari laporan terhadap Richard Lee, akhirnya melaporkan Richard Lee ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Laporan tersebut teregister dengan nomor: LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.

Kronologi Perseteruan Doktif dan Richard Lee

Berikut adalah rincian kronologi perseteruan antara Doktif dan dokter Richard Lee:

  • 12 Oktober 2024

    Awal perkara bermula ketika seorang konsumen membeli produk kecantikan White Tomato milik dr. Richard Lee melalui marketplace. Produk tersebut kemudian dipersoalkan oleh pihak yang kemudian menjadi bagian dari laporan terhadap Richard Lee.

  • 2 Desember 2024

    Influencer kecantikan dr. Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) melaporkan Richard Lee ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor: LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya. Richard Lee dilaporkan terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

  • 6 Maret 2025

    Richard Lee juga melaporkan balik Doktif ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik, setelah Doktif menuding Richard Lee menjalankan praktik klinik tanpa izin.

  • 12 Desember 2025

    Polisi menetapkan Doktif sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Richard Lee. Namun dalam kasus ini, Doktif tidak langsung ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

  • 15 Desember 2025

    Giliran dr. Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas laporan Doktif. Ia dijerat dalam perkara dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

  • 23 Desember 2025

    Penyidik Polda Metro Jaya melayangkan panggilan pertama pemeriksaan sebagai tersangka kepada Richard Lee. Namun Richard Lee tidak menghadiri pemeriksaan dan meminta penjadwalan ulang.

  • 6 Januari 2026

    Polisi menjadwalkan mediasi antara Richard Lee dan Doktif, namun proses tersebut mengalami penundaan karena menunggu kehadiran kedua pihak.

  • 7 Januari 2026

    Richard Lee dijadwalkan memenuhi panggilan pemeriksaan kedua sebagai tersangka di Polda Metro Jaya setelah sebelumnya meminta penjadwalan ulang.

  • 26 Januari 2026

    Dokter Richard Lee mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapannya sebagai tersangka. Gugatan praperadilan itu terdaftar dengan nomor perkara 6/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

  • 10 Februari 2026

    Polda Metro Jaya resmi menerbitkan status pencegahan ke luar negeri terhadap tersangka Richard Lee.

  • 11 Februari 2026

    Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan penolakan terhadap praperadilan Richard Lee.

Doktif Siap Syukuran

Atas penangkapan dokter Richard Lee, Doktif berencana menggelar acara syukuran. Menurut dia, momen tersebut menjadi bentuk keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. “Insya Allah besok Doktif akan syukuran bersama dengan teman-teman tuna netra dan panti asuhan. Sekali lagi, ini bukan kemenangan Doktif, tapi kemenangan masyarakat,” ujarnya.

Kelegaan Doktif

Doktif mengaku merasa sangat lega setelah proses hukum yang panjang akhirnya mencapai tahap penahanan terhadap Richard Lee. Ia menilai penahanan ini merupakan jawaban bagi masyarakat yang selama ini merasa menjadi korban dari berbagai pernyataan yang dianggap menyesatkan.

Apresiasi untuk Penyidik Polda Metro Jaya

Dalam kesempatan itu, Doktif juga memberikan apresiasi kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang dinilai telah bekerja secara profesional dalam menangani perkara ini. Ia menyebut langkah kepolisian sebagai gebrakan besar dalam penegakan hukum.

Sikap Richard Lee yang Tidak Kooperatif

Doktif menilai sikap Richard Lee yang dinilai tidak kooperatif. “Kemarin dia meremehkan, diwajibkan wajib lapor Senin dan Kamis ternyata tidak dilakukan. Malah diketahui melakukan live pada akun TikTok. Itu mungkin salah satu alasannya dia ditahan saat ini,” tuturnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?