Daerah  

Kali Krukut Cinere Depok Tersumbat Sampah, Warga: Sudah 3 Bulan Ada Masalah

Masalah Sampah yang Menumpuk di Kali Krukut

Tumpukan sampah yang menutupi aliran Kali Krukut terlihat jelas di sekitar Villa Mutiara Cinere, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Sampah tersebut didominasi oleh limbah rumah tangga seperti plastik bekas botol, bungkus makanan, dan styrofoam. Material ini mengumpul di beberapa titik, terbawa oleh aliran air dan menyangkut di ranting serta akar pepohonan.

Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dikhawatirkan menimbulkan banjir. Salah satu warga setempat, Neng (50), menyebut bahwa sampah yang menumpuk di kawasan tersebut sebagian besar berasal dari daerah hulu sungai yang terbawa arus air. Meskipun pembersihan sering dilakukan oleh petugas kebersihan atau pihak terkait, sampah tetap kembali dan cepat menumpuk dalam waktu singkat.

“Kalo kita yang di sini mah kena imbasnya aja sampah dari sana. Styrofoam, plastik pada kebawa arus kali, nah pas di sini akhirnya jadi pada mampet dah,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Krukut bukan hanya terjadi di satu wilayah saja, melainkan menjadi masalah lintas kawasan sepanjang aliran sungai. Tanpa pengelolaan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir, penanganan di satu titik sering kali tidak memberikan dampak yang signifikan.

Pria paruh baya itu juga mengungkapkan bahwa penumpukan sampah di lokasi tersebut sudah terjadi cukup lama, bahkan diperkirakan lebih dari tiga bulan terakhir. Ia mengatakan bahwa meskipun pemerintah telah beberapa kali melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah dari sungai, volume sampah yang datang kembali membuat kondisi sungai tidak kunjung membaik.

“Wah lama ini udah mah, tiga bulanan lebih ada kali. Liat aja tuh panjangnya sampah itu udah kayak apa. Sebenarnya dari pemerintah sudah sering ngebersihin, diangkutin sampahnya. Tapi tetep aja itu sampah cepet numpuk lagi,” tambahnya.

Situasi ini membuat warga sekitar merasa persoalan sampah di sungai seperti menjadi siklus yang terus berulang tanpa solusi yang benar-benar menyentuh akar permasalahan.

Perubahan Kondisi Bantaran Kali Krukut

Selain penumpukan sampah, kondisi bantaran Kali Krukut juga mengalami perubahan akibat longsoran tanah yang terjadi di beberapa titik. Tanah yang runtuh ke dalam aliran sungai menyebabkan masalah pendangkalan sungai, serta mempersempit ruang aliran air. Pendangkalan tersebut dapat memperparah situasi karena sampah yang terbawa arus menjadi lebih mudah tersangkut dan mengendap di bagian sungai yang dangkal.

Akibatnya, aliran air tidak lagi mengalir lancar dan berpotensi meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Bau tidak sedap dari sampah yang membusuk juga mulai terasa di sekitar kawasan tersebut, sehingga mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar bantaran Kali Krukut.

Sejarah Kali Krukut yang Berubah

Secara historis, Kali Krukut pernah dikenal sebagai salah satu sungai yang memiliki air jernih dan menjadi tempat rekreasi masyarakat pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Sungai ini bahkan pernah dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air skala kecil di beberapa wilayah yang menghubungkan Batavia dan beberapa wilayah di Jawa Barat.

Namun seiring meningkatnya kepadatan permukiman dan berkembangnya kawasan perkotaan di sekitar alirannya, kondisi sungai perlahan mulai berubah. Limbah rumah tangga, sampah plastik, serta minimnya pengelolaan lingkungan yang kondusif membuat kualitas air Kali Krukut terus menurun seiring berjalannya waktu.

Kini, di banyak titik, air sungai tampak keruh kehitaman dan dipenuhi sampah yang terbawa arus dari berbagai wilayah di sepanjang alirannya.

Harapan Warga untuk Penanganan yang Lebih Baik

Melihat kondisi tersebut, warga berharap adanya langkah penanganan yang lebih menyeluruh, termasuk normalisasi sungai dan pengawasan terhadap pembuangan sampah di sepanjang aliran Kali Krukut. Penanganan tersebut tidak bisa hanya sebatas pembersihan sesaat, tetapi juga perlu disertai penguatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan koordinasi antar-wilayah yang dilalui aliran sungai.

Dengan langkah yang lebih sistematis dan berkelanjutan, warga berharap kondisi Kali Krukut dapat secara bertahap kembali membaik dan tidak lagi menjadi tempat penumpukan sampah yang mengancam lingkungan sekitar.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?