Kepala Desa Purwasaba yang Menarik Perhatian Publik
Welas Yuni Nugroho atau yang lebih dikenal dengan nama Hoho Alkaff adalah Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Ia dikenal memiliki penampilan yang sangat unik dan berbeda dari kebanyakan pejabat pemerintah daerah. Tato-tato yang menutupi tubuhnya memberikan kesan yang nyentrik dan anti mainstream. Hal ini membuat sosoknya menjadi perhatian publik.
Meskipun penampilannya tidak biasa, Hoho Alkaff terus membuktikan bahwa integritas dan profesionalisme tidak bergantung pada penampilan luar. Ia juga dikenal aktif menggunakan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, untuk memperkenalkan pariwisata di wilayahnya serta berinteraksi dengan warga setempat. Hingga artikel ini ditulis, jumlah pengikut akun Instagram miliknya hampir mencapai 1 juta orang.
Hoho lahir pada 11 Juni 1983. Ia adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya, Siswoyo Siswoharsono, pernah menjadi anggota DPRD Banjarnegara. Sedangkan ibunya, Hartati, juga dikenal sebagai tokoh masyarakat. Dalam kehidupan pribadinya, Hoho menikahi seorang wanita bernama Erna Widi. Ia sering membagikan video yang merekam momen-momen bersama istri. Erna Widi tampak cantik dalam balutan hijab dan sering tampil dalam video-video yang diunggah oleh Hoho.
Kepala Desa Dikeroyok oleh Anggota LSM
Pada Selasa (11/3/2026), ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan aksi unjuk rasa di Balai Desa Purwasaba. Aksi tersebut berujung pada pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaff. Insiden ini terjadi setelah massa menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.
Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan kerusakan atribut kedinasannya serta cedera fisik. Pengeroyokan terjadi saat ia hendak meninggalkan lokasi setelah audiensi yang memanas. Dalam unggahan di media sosial pribadinya, @hoho_alkaff, Hoho menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya dihujani pukulan dari berbagai arah sebelum mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
“Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan,” ujar Hoho.

Akibat serangan tersebut, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, dan atribut papan namanya terlepas akibat ditarik-tarik massa. Ia menegaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan, sehingga momen pengeroyokan awal tidak terekam secara utuh.
Penolakan Terhadap Tekanan dan Pelaporan ke Propam
Hoho menjelaskan bahwa pemicu demonstrasi adalah kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Massa menuntut proses seleksi diulang, tetapi Hoho tetap mempertahankan hasil seleksi karena merasa seluruh tahapan telah sesuai regulasi yang berlaku.
“Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu,” tegasnya.
Kecewa dengan situasi tersebut, Hoho juga menyoroti kinerja aparat kepolisian di lokasi yang dinilainya kurang sigap memberikan perlindungan maksimal. Ia menyatakan akan mencari perlindungan hukum dan keadilan hingga ke Propam Mabes Polri.
“Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses hukum terkait dugaan pengeroyokan tersebut tengah menjadi sorotan publik di Banjarnegara, mengingat sosok Hoho Alkaff merupakan salah satu kepala desa yang cukup dikenal luas di media sosial.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












