Insiden Penyiraman Cairan di Jakarta Pusat
Pada malam hari tanggal 12 Maret 2026, seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman cairan yang diduga merupakan air keras. Kejadian ini terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, saat Andrie sedang pulang menggunakan sepeda motor.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar yang cukup parah dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran karena sebelum kejadian, Andrie disebut menerima beberapa panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
Profil Andrie Yunus
Andrie Yunus adalah seorang aktivis yang saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator di KontraS. Ia lulus dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera pada periode 2016 hingga 2020. Selama masa studinya, Andrie menulis skripsi dengan judul Peran Paralegal dalam Mewujudkan Persamaan di Hadapan Hukum: Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 292/PID.SUS/2018/PN.PST.
Sebelum bergabung dengan KontraS, Andrie memiliki pengalaman di berbagai lembaga bantuan hukum. Ia pernah menjalani program magang sebagai Legal Intern di LBH APIK Jakarta serta Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Setelah itu, ia bergabung secara penuh di LBH Jakarta sebagai advokat hukum publik selama periode 2020 hingga 2022 sebelum akhirnya melanjutkan kiprahnya di KontraS.
Panggilan Misterius Sebelum Kejadian
Menurut informasi yang diperoleh, sebelum insiden penyiraman terjadi, Andrie menerima beberapa panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Panggilan tersebut masuk antara tanggal 9 hingga 12 Maret 2026. Beberapa nomor bahkan diduga terkait dengan spam penipuan atau modus pinjaman online.
Pada hari kejadian, Andrie menjalani aktivitas seperti biasa. Ia meninggalkan kantor KontraS sekitar pukul 15.30 untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025.
Setelah pertemuan selesai, Andrie menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng. Di lokasi tersebut, ia mengikuti kegiatan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. Diskusi tersebut membahas tema mengenai “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI” yang berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Meski kegiatan telah selesai, Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang.
Serangan Saat Berkendara
Dalam perjalanan pulang, Andrie sempat mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Cikini. Sekitar pukul 23.37 WIB, ia melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor. Di kawasan Talang, Andrie melihat sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang melaju melawan arah. Motor tersebut diduga merupakan jenis matic berwarna hitam, seperti Honda Beat atau Honda Vario model lama.
Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Cairan itu mengenai bagian kanan tubuh Andrie, mulai dari wajah, mata, hingga dada dan tangan. Akibat serangan itu, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga kehilangan kendali dan terjatuh dari motornya.
Penyelidikan oleh Polisi
Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui metode ilmiah. Menurut informasi yang diperoleh, korban belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Namun, polisi sudah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara penyiraman.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










