Tingkatkan PAD, Pemkot Yogyakarta Perluas Titik Parkir Non-Tunai dengan QRIS

Pemkot Yogyakarta Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mempercepat transformasi tata kelola keuangan daerah menuju arah digital sepenuhnya. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya konkret untuk meningkatkan transparansi sekaligus menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan adanya digitalisasi, diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih akuntabel dan efisien dalam pengelolaan keuangan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa wilayahnya memiliki modal kuat sebagai pilot project digitalisasi nasional, baik dari sisi geografis maupun kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, ia tidak ragu untuk menerapkan kebijakan yang sedikit memaksa, agar ekosistem digital segera terbentuk di berbagai sektor publik.

“Namun, memaksa ini bukan asal memaksa. Kita sediakan fasilitasnya. Ada pelatihannya, ada programnya, bahkan kita siapkan joki untuk membantu masyarakat membayar secara digital,” ujar Hasto, seusai High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/26).

Fokus pada Sektor Penyewa Lapak Pasar

Hasto menyoroti sektor penyewa lapak pasar yang memiliki omzet besar namun penggunaan transaksi digitalnya masih di bawah 50 persen. Menurutnya, digitalisasi merupakan salah satu kunci utama agar akuntabilitas keuangan terjaga. “Dengan cara begitulah kita bisa transparan. Tidak ada lagi orang yang ngunthet (mengambil sebagian uang), memotong, atau membawa uang tunai, itu sangat berisiko. Semuanya adil sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.

Perluasan Parkir QRIS

Sektor perparkiran juga menjadi perhatian serius. Wali Kota telah menargetkan perluasan titik-titik parkir non-tunai secara masif pada tahun ini. Dari yang semula hanya 100 titik, pihaknya mendorong realisasi hingga 350 titik dalam waktu dekat, serta ditargetkan menyentuh 700 titik per akhir 2026.

Di samping itu, Pemkot Yogyakarta juga menggulirkan inovasi QRIS Tap di area parkir Ngabean, yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Digitalisasi parkir ini disebut menjadi solusi ampuh untuk memberantas praktik nuthuk, atau pungutan tarif di luar ketentuan, yang kerap meresahkan wisatawan.

“Jadi, semakin transparan, akuntabilitasnya bagus juga. Dengan QRIS di titik parkir, semua tercatat sistematis. Kemudian pendapatan pemerintah kota semakin baik. Makanya, parkir ini bisa menjadi ajang untuk best practice,” terangnya.

Capaian Digitalisasi Pendapatan Daerah

Sebagai informasi, capaian digitalisasi pendapatan daerah di Kota Yogyakarta tergolong tinggi, dengan realisasi mencapai 72 persen pada 2025 lalu. Torehan apik tersebut didorong oleh berbagai inovasi seperti aplikasi non-tunai hingga sistem jemput bola langsung ke tengah-tengah warga masyarakat.

Optimalisasi Digitalisasi

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, Raden Roro Andarini, menyatakan bahwa optimalisasi digitalisasi senantiasa dilakukannya. Salah satunya, dengan penyediaan joki, atau petugas pendamping untuk membantu warga yang mengalami kesulitan teknis saat melakukan pembayaran digital.

Pendampingan diprioritaskan bagi masyarakat yang belum mampu atau belum memiliki akses mandiri terhadap platform digital yang disediakan. Ia pun tidak memungkiri, problematika tersebut menjadi kendala yang harus segera dicarikan jalan keluarnya, untuk menggenjot transaksi digital.

“Memang tantangan yang terbesar adalah bagaimana mengedukasi masyarakat. Makanya beberapa strategi tadi harus kita siapkan. Jangan sampai warga terhambat mengakses layanan publik hanya karena kendala metode pembayaran,” terangnya.

Bantuan Perangkat Transaksi Digital

Dalam acara tersebut, Bank BPD DIY juga menyerahkan bantuan perangkat transaksi digital yang dapat digunakan oleh OPD untuk mempermudah operasional non-tunai.

Sebagai penutup rangkaian High Level Meeting, dilakukan peluncuran aplikasi pemesanan tiket Taman Pintar secara daring, dengan proses reservasi yang lebih praktis dan terintegrasi secara digital.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?