Daerah  

Mudik Gratis Kodaeral XIII Dibanjiri Warga Kaltara, Kesempatan Langka Pulang Kampung dengan KRI

Antusiasme Pemudik Mengikuti Program Mudik Gratis Bersama TNI AL

Program Mudik Gratis bersama TNI AL yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut XIII (Kodaeral XIII) menjelang Hari Raya Idul Fitri disambut dengan antusias oleh masyarakat Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Puluhan penumpang tampak sumringah saat bersiap berangkat, memanfaatkan kesempatan langka untuk pulang kampung sekaligus merasakan pengalaman menaiki Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Jumat (20/3/2026).

Tidak hanya sekadar menghemat biaya transportasi, momen ini juga membawa cerita unik bagi para pemudik. Banyak dari mereka mengaku penasaran dengan sensasi naik KRI. Salah satunya adalah Andi Muhammad Hairil, pria yang bekerja sebagai agen kapal ponton di Tanjung Selor. Ia mengaku senang bisa merasakan pengalaman baru naik kapal perang TNI AL saat mudik lebaran.

“Baru pertama kali naik KRI, jadi sekalian cari pengalaman juga,” ucapnya.

Hairil baru sekitar tiga bulan bekerja sebagai agen kapal ponton di Tanjung Selor. Selama ini, ia tinggal bersama keluarga di Ibu Kota Provinsi Kaltara tersebut. Kesempatan mudik gratis ini ia manfaatkan di tengah waktu cuti yang terbatas.

“Dapat libur tiga hari, jadi dipakai untuk pulang kampung. Nanti balik lagi hari Senin,” katanya.

Awalnya Hairil mengetahui informasi mudik gratis dari seorang rekannya.

“Dapat info dari teman. Saya kira cuma info biasa, soalnya kan sering ada kabar yang belum tentu benar. Tapi setelah dicek, ternyata memang betul ada mudik gratis dari TNI AL,” ujarnya.

Informasi tersebut ia terima sehari sebelum keberangkatan. Tanpa menunggu lama, Hairil langsung melakukan pengecekan dan konfirmasi.

“Langsung saya cek dan konfirmasi, ternyata memang ada. Berangkat dari Tanjung Selor ke Tarakan kemarin sore,” katanya.

Hairil menjelaskan, biasanya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu untuk perjalanan dari Tanjung Selor ke Tarakan naik speedboat. Sementara untuk rute lain seperti ke Sebatik, Kabupaten Nunukan, tarif speedboat bisa mencapai Rp280 ribu.

“Nah ini gratis, tentu sangat membantu. Lumayan bisa hemat,” ungkapnya.

Menurutnya, proses pendaftaran Mudik Gratis bersama TNI AL juga sangat mudah.

“Tidak ribet, cuma kirim foto KTP saja,” jelasnya.

Ia pun berharap program mudik gratis ini bisa terus berlanjut, karena para pemudik terbantu dalam pengeluaran ongkos.

“Kalau ada lagi dan cutinya pas, pasti ikut,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari pasangan suami istri, Chandra dan Luna. Bersama anak mereka, pasangan ini ikut dalam program mudik gratis dengan rute Tarakan ke Pulau Bunyu. Luna mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial, tepatnya Instagram resmi Lantamal.

“Iya, dari Instagram. Habis itu langsung kami cek ke akun resminya,” ujarnya.

Setelah memastikan kebenaran informasi, mereka langsung menghubungi admin melalui WhatsApp untuk mendaftar.

Biasanya, pasangan ini harus mengeluarkan biaya sekitar Rp120 ribu per orang untuk perjalanan ke Pulau Bunyu. Adanya program Mudik Gratis bersama TNI AL ini sangat membantu mereka menghemat biaya transportasi pulang kampung.

“Biasanya sekitar Rp120 ribu per orang. Ini gratis, jadi ya sangat membantu,” kata Chandra.

Bukan hanya karena gratis, Chandra dan keluarga juga ingin merasakan pengalaman berbeda naik kapal TNI AL.

“Sebenarnya pengen coba kapalnya juga,” ujar Chandra sambil tersenyum.

“Iya, pengen coba naik KRI,” timpal Luna.

Pasangan ini berangkat bertiga bersama anak mereka untuk mudik lebaran. Meski demikian, mereka mengaku belum mengetahui jadwal kepulangan karena masih mencari informasi terkait mudik gratis arus balik.

“Belum tahu baliknya kapan, karena belum ada info untuk balik,” kata Chandra.

Mereka berharap program serupa juga tersedia untuk arus balik.

“Harapannya ada juga untuk balik, jadi bisa ikut lagi,” pungkasnya.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?