Penangkapan Otak Perampokan dengan Modus Penyamaran
Aksi penyamaran aparat kepolisian berhasil membuahkan hasil. Seorang pria berinisial M (29), yang diduga sebagai otak perampokan terhadap pasangan lansia di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya berhasil diringkus.
Pelaku ditangkap di wilayah Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, setelah Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menyamar sebagai petugas PLN untuk mendekatinya. Strategi penangkapan tersebut dilakukan setelah mengetahui bahwa M adalah dalang dari aksi pencurian dengan kekerasan yang menyasar pasangan lansia Samah (66) dan Hanim (69) pada 8 September 2025 dini hari.
Dalam kejadian itu, enam pelaku menyerang korban secara brutal. Korban perempuan sempat mengalami kekerasan hingga kedua matanya lebam dan mengalami gangguan pendengaran karena mencoba melawan. Setelah melumpuhkan korban, pelaku mengikat tangan dan kaki menggunakan lakban, lalu menutup wajah korban dengan sarung sebelum menggasak harta benda.
Barang yang digondol antara lain satu unit mobil Avanza beserta BPKB, sepeda motor berikut BPKB, uang tunai Rp54 juta, serta sejumlah hewan ternak kambing. Polisi juga mengungkap bahwa komplotan ini diduga telah melakukan sekitar 50 aksi kejahatan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hasil Rampokan Dipakai Beli Aset
Menurut polisi, hasil kejahatan yang dikumpulkan para pelaku digunakan untuk membeli berbagai aset, seperti vila, kebun, dan barang lainnya. Meski M telah diamankan, polisi masih memburu tiga pelaku lain yang terlibat. Selain itu, satu unit sepeda motor milik korban juga masih dalam pencarian.
Para pelaku dijerat Pasal 479 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan kembali barang bukti berupa mobil milik korban yang telah berhasil diamankan.
Penyerahan Barang Bukti ke Korban
Sejumlah barang hasil curian berhasil ditemukan, di antaranya dua ekor kambing dan satu unit minibus Toyota Avanza. Barang bukti tersebut kemudian diserahkan kembali kepada korban di halaman Mapolres Bogor. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama jajaran.
Korban tampak haru saat menerima kembali sebagian harta mereka. Dua ekor kambing langsung dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa pulang. Meski sebagian barang telah kembali, trauma masih membekas bagi korban. Samah mengaku mengalami kekerasan fisik saat kejadian, bahkan hingga kehilangan gigi akibat aksi brutal pelaku.
Luka Fisik dan Trauma Mendalam
Samah menceritakan detik-detik mencekam saat perampokan terjadi. “Lagi tidur sama aki-aki, langsung diringkus (tangan), kaki, ini wajah dibundel pake lakban, saya gak bisa nafas, dipukul (wajah), perlawaan saya cuma hanya ngegigit jempol, terus ditarik otek gigi saya sampe copot,” katanya.
Kini, ia hanya berharap kejadian serupa tidak terulang. “Mudah-mudahan, jangan sekali-kali lagi saya di rampok, engga mau, bener-bener gak mau lagi di rampok saya, sekali ini aja udah,” ucapnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu tiga pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Selain itu, upaya pencarian barang bukti yang belum ditemukan juga terus dilakukan.
Sosok Kompol Edison
Kompol Edison merupakan perwira menengah Polri yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Cileungsi, Polres Bogor, Jawa Barat. Dalam perannya, ia bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang dikenal cukup padat serta memiliki tingkat kerawanan kriminalitas yang tinggi.
Namanya menjadi perhatian publik setelah terlibat langsung dalam pengungkapan kasus perampokan terhadap pasangan lansia di Cileungsi. Dalam operasi tersebut, Kompol Edison menerapkan strategi taktis dengan menyamar sebagai petugas PLN untuk mendekati pelaku utama. Metode penyamaran ini terbukti efektif hingga akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka.
Langkah tersebut mencerminkan gaya kepemimpinannya yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan dengan pendekatan operasional yang terukur. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat di wilayah hukumnya.

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”










