Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan
Pada hari Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, KM Bukit Siguntang tiba di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kapal ini membawa sebanyak 1.474 penumpang yang berasal dari Parepare, Sulawesi Selatan. Keberadaan kapal ini menjadi salah satu indikator awal arus balik Lebaran 2026 di wilayah tersebut.
Arus balik Lebaran 2026 di Kota Balikpapan terlihat jelas dengan kedatangan beberapa kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ke Pelabuhan Semayang. Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menyampaikan bahwa pada H+3 dan H+4 Lebaran terjadi lonjakan kedatangan penumpang. Sebelumnya, pada Senin (23/3/2026), KM Lambelu juga tiba dengan membawa 1.902 penumpang. Total penumpang yang turun di Pelabuhan Semayang antara tanggal 23 hingga 24 Maret mencapai 3.376 orang.
Sistem Debarakasi yang Teratur
Dari pantauan di Pelabuhan Semayang, sistem debarkasi penumpang diatur menjadi dua pintu keluar. Bagian depan kapal menggunakan garbarata, sedangkan bagian belakang melalui tangga besi berwarna biru. Penumpang terlihat keluar secara bergantian dan tertib, sehingga arus pergerakan tetap lancar meski jumlah kedatangan cukup ramai.
Cuaca di lokasi terpantau panas terik, namun aktivitas penumpang tetap berjalan normal. Sejumlah petugas pelabuhan dan aparat keamanan juga tampak berjaga untuk memastikan proses kedatangan berlangsung aman dan kondusif.
Prediksi Puncak Arus Balik
Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Semayang diprediksi terjadi pada akhir Maret 2026. Ridwan Mandaliko menyebutkan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026, dengan kedatangan kapal dari Surabaya. “Kami perkirakan puncak arus balik itu nanti tanggal 29 Maret menggunakan kapal KM Dorolonda dan tanggal 30 Maret dengan KM Dobonsolo, keduanya dari Surabaya,” ujarnya.
Selain dari Surabaya, Ridwan menyebut arus balik juga mulai terlihat dari wilayah timur Indonesia seperti Makassar dan Baubau yang mulai mengirimkan penumpang kembali ke Balikpapan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat dari berbagai wilayah menuju Kalimantan Timur meningkat seiring berakhirnya masa libur Lebaran.
Estimasi Jumlah Penumpang
Untuk jumlah penumpang, pihaknya memprediksi masing-masing kapal yang tiba saat puncak arus balik akan mengangkut sekitar 2.900 orang. “Khusus dari Surabaya, baik KM Dorolonda tanggal 29 maupun KM Dobonsolo tanggal 30, kami prediksi masing-masing sekitar 2.900 penumpang,” jelasnya. Jika estimasi tersebut terealisasi, maka total penumpang yang tiba dalam dua hari puncak arus balik dapat mencapai hampir 6.000 orang.
Lonjakan ini menjadi perhatian khusus bagi pihak pelabuhan dan instansi terkait dalam menyiapkan sistem pelayanan dan pengamanan.
Koordinasi Lintas Instansi
Ridwan juga menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pelindo, KSOP, Kepolisian, TNI AL dan seluruh unsur di pelabuhan. Tahun ini kami melihat angkutan Lebaran berjalan paling baik, baik saat arus mudik maupun arus balik, semua penumpang bisa terangkut,” katanya.
Sinergi lintas instansi ini menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran arus penumpang, terutama saat menghadapi lonjakan pada periode puncak.
Tren Peningkatan Penumpang
Ridwan menambahkan, jumlah penumpang pada angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta pulihnya aktivitas perjalanan antarwilayah pascapandemi.
Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut juga dinilai semakin meningkat, terutama untuk perjalanan jarak jauh antar pulau. Dengan prediksi lonjakan penumpang pada akhir Maret, pihak pelabuhan diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi fasilitas, pengaturan arus penumpang, hingga pengamanan. Langkah antisipatif ini penting untuk memastikan seluruh proses kedatangan berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.












