Kecelakaan Maut di Kendal Jawa Tengah
Pada hari Minggu, 22 Maret 2026 siang, sebuah kecelakaan maut terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kejadian tersebut berlangsung pukul 12.00 WIB di jalan raya Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kendal. Kecelakaan melibatkan dua kendaraan sepeda motor yang mengalami tabrakan.
Insiden ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua pembonceng mengalami luka-luka. Kecelakaan ini terjadi pada momen Hari Raya Idulfitri, yang seharusnya menjadi masa penuh kebahagiaan, namun justru berubah menjadi duka mendalam bagi warga setempat.
Korban pertama adalah Kispono (38), warga Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, yang merupakan pengendara motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi H-2739-NL. Sementara korban kedua adalah Johan Lawalata (46), warga Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung, yang mengendarai motor Yamaha NMAX bernomor polisi H-4209-XU.
Menurut keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, kecelakaan bermula saat Kispono melaju dari arah selatan, yakni dari Sukorejo menuju Weleri. Saat melintasi jalan raya Desa Penyangkringan, motor yang dikendarainya diduga terlalu ke kanan saat bermanuver di jalan lurus. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju motor NMAX yang dikendarai Johan Lawalata.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kedua pengendara tidak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan frontal yang fatal. Petugas menduga kecelakaan terjadi akibat kesalahan manuver dari pengendara motor Supra yang masuk ke jalur berlawanan. “Berdasarkan keterangan saksi dan petugas, pengendara N-Max sudah betul jalurnya, yang Supra diduga bermanuver tapi gagal,” paparnya.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara mengalami luka fatal hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSI Weleri Kendal. Selain menewaskan dua orang, kecelakaan ini juga menyebabkan dua pembonceng mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif. Mereka adalah Munzil Risyda (28), pembonceng dari Kispono, serta Wiwit Puspitaningsih (51), pembonceng dari Johan Lawalata.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama di momen Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi. Polisi juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas tragedi tersebut.
10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara
Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya:
- Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
- Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
- Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
- Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah-pindah jalur.
- Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
- Antisipasi blindspot pada kendaraan.
- Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
- Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
- Jangan lawan arus.
- Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.










