Daerah  

Sopir Truk Tertahan di Abepura: Antre Solar Berjam-Jam, Disuruh Keluar Setelah 120 Menit

Antrean Solar yang Mengganggu Lalu Lintas di SPBU Ale-Ale Abepura

Di kawasan Abepura, Kota Jayapura, antrean truk pengangkut barang terlihat mengular setiap hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ale-Ale. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga menjadi tantangan bagi para sopir truk yang ingin mendapatkan bahan bakar solar.

Aturan Batas Waktu Dua Jam

Salah satu aturan utama yang diterapkan di SPBU ini adalah batas waktu dua jam untuk para sopir truk dalam antrean. Jika dalam durasi tersebut mereka belum sampai ke mesin pompa, kendaraan akan diminta keluar dan tidak dapat melanjutkan antrean. Aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kendaraan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan solar.

Namun, aturan ini justru menimbulkan dilema bagi para sopir. Banyak dari mereka gagal mendapatkan solar meski sudah antre lama karena waktu pelayanan yang terbatas, yaitu pada pukul 17.00 hingga 19.00 WIT. Dengan begitu, sopir harus berusaha secepat mungkin untuk mendapatkan giliran tanpa mengorbankan posisi antrean.

Persiapan Awal untuk Mendapatkan Solar

Seorang sopir truk mengungkapkan bahwa ia biasanya datang lebih awal agar bisa memperoleh posisi yang baik dalam antrean. “Kalau tidak datang dari pagi, biasanya sulit dapat. Dua jam itu cepat sekali. Kami hanya dilayani jam 17 WIT atau 18 WIT, kalau mulai jam 17 berarti hingga pukul 19.00 WIT, jadi harus kejar waktu dan harus sudah dekat dengan pompa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sedikit keterlambatan saja bisa membuat mereka kehilangan kesempatan untuk mengisi solar. Hal ini memaksa para sopir untuk selalu waspada dan siap menghadapi situasi yang tidak pasti.

Dampak pada Aktivitas Kerja

Tingginya jumlah kendaraan yang datang membuat tidak semua sopir bisa terlayani dalam waktu yang ditentukan. Akibatnya, sebagian dari mereka harus meninggalkan antrean tanpa mendapatkan BBM. “Sudah antre lama, tapi belum sampai giliran, waktu sudah habis. Terpaksa harus keluar,” kata sopir lainnya.

Kondisi ini membuat sebagian sopir harus mencoba kembali di hari berikutnya atau mencari SPBU lain. Selain itu, antrean truk yang panjang juga terlihat meluas hingga ke badan jalan umum, menyebabkan ruang jalan menjadi lebih sempit dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Masalah dengan Proses Pengisian Solar

Petugas SPBU yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa proses pengisian solar untuk kendaraan besar membutuhkan waktu lebih lama, sehingga antrean terlihat lebih panjang. “Truk memang butuh waktu lebih lama saat pengisian, jadi antrean terlihat panjang,” ujarnya.

Para sopir berharap ke depan kondisi antrean dapat lebih tertata sehingga mereka memiliki peluang yang lebih pasti untuk mendapatkan BBM. Mereka menginginkan agar waktu antrean yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi kendaraan yang sudah menunggu sejak lama.

Harapan untuk Perbaikan

“Kami berharap kalau sudah antre, bisa tetap dapat giliran,” kata salah satu sopir. Meski demikian, hingga saat ini, aktivitas pengisian BBM di SPBU Ale-Ale Abepura masih berlangsung dengan sistem pembatasan waktu antrean bagi kendaraan truk.

Waktu dua jam yang diberlakukan menjadi faktor penentu bagi sopir untuk mendapatkan solar di tengah tingginya kebutuhan BBM di Kota Jayapura.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?