Kepadatan Lalu Lintas di Semarang Akibat Sistem One Way Nasional
Pada malam hari Selasa (24/3/2026), kawasan Flyover Jatingaleh, Kota Semarang, dibanjiri lampu-lampu kendaraan yang menghiasi jalan raya. Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang di sepanjang Jalan Teuku Umar, dengan laju lalu lintas yang sangat lambat, nyaris tak bergerak menuju arah Gombel atau Ungaran, Kabupaten Semarang.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kepadatan mulai terjadi sejak sore hari dan masih berlangsung hingga pukul 20.00. Ketersendatan terlihat di jalur menuju selatan, baik di jalur bawah maupun di atas flyover. Sementara itu, arus dari arah Gombel menuju pusat Kota Semarang terpantau ramai lancar.
Kondisi ini tidak lepas dari pemberlakuan rekayasa lalu lintas nasional berupa sistem satu arah (one way) yang diterapkan untuk arus balik Lebaran. Skema tersebut diberlakukan dari KM 459 Gerbang Tol Salatiga hingga KM 70 Cikampek, yang memprioritaskan kendaraan menuju Jakarta. Dampaknya, akses masuk tol di Jatingaleh menuju arah Salatiga atau jalur A ditutup total.
Tampak water barrier berwarna oranye dipasang tepat di depan rambu “Masuk Jalan Tol”, sementara petugas berjaga menghentikan kendaraan yang hendak masuk. Sebuah papan bertuliskan “Solo/Jogja/Surabaya Gunakan Jalur Arteri” terpasang di akses masuk Tol Jatingaleh.
Puluhan mobil tampak berhenti, sebagian pengemudi bahkan turun untuk memastikan informasi. Mereka terpaksa melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri. Satu di antara pemudik, Tri Atmaja (50), mengaku terjebak lebih dari satu jam akibat penutupan tersebut. Tri yang berangkat dari Cianjur menuju Solo sempat mengandalkan navigasi digital, namun informasi yang diterima tidak sesuai kondisi di lapangan.
“Saya mau ke Solo, dari Cianjur. Ini di Google Maps dibilang buka, ternyata ditutup,” kata Tri saat ditemui di lokasi. Dia bahkan turun dari mobil untuk bertanya langsung kepada petugas demi memastikan rute yang bisa dilalui.
Petugas dari Jasamarga di lokasi kemudian mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur arteri dan masuk kembali ke tol melalui Gerbang Tol Salatiga, yang disebut sudah dalam kondisi normal untuk akses tersebut. Penutupan akses tol itu membuat seluruh kendaraan dari arah pusat Kota Semarang yang hendak menuju Ungaran hingga Solo terpusat di satu jalur. Akibatnya, tekanan volume kendaraan di jalur arteri meningkat drastis.
Kepadatan terpantau mengular di sejumlah titik, misal kawasan Gombel, Ngesrep, Pudakpayung, bahkan mencapai Ungaran. Sepeda motor terlihat berusaha menyelip di antara mobil, sementara petugas terus mengatur arus di tengah padatnya lalu lintas. Hingga berita ini ditulis, kepadatan di kawasan Semarang selatan diperkirakan masih akan berlangsung hingga menjelang tengah malam.
Pengguna Jalan Diimbau Waspada
Para pengguna jalan yang hendak melintas ke arah selatan diimbau untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melintasi tanjakan Gombel yang kini dipadati kendaraan.
Pembukaan Sistem One Way Nasional
Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional arus balik Lebaran 2026 dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang, hingga KM 70 Cikampek arah Jakarta, Selasa (24/3/2026). Kebijakan itu diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang memuncak saat arus balik. Kebijakan one way nasional ini rencananya akan diberlakukan hingga Minggu, 29 Maret mendatang.
Pembukaan one way nasional ditandai dengan flag off di Gerbang Tol Kalikangkung. Pada hari yang sama, tercatat sekitar 2.380.401 kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui jalur tol, menjadi dasar penerapan rekayasa lalu lintas skala nasional tersebut.
“Oleh karena itu, saat ini kita melaksanakan arus balik yang sebelumnya didahului one way sepenggal, dan kali ini kita melaksanakan one way nasional sesuai perkiraan puncak arus balik hari ini,” kata Sigit.
Setibanya di lokasi, Kapolri tidak hanya meresmikan kebijakan, tetapi juga memantau langsung arus balik. Dia tampak berbincang singkat dengan para pengguna jalan tol yang tengah melintas di gerbang tol. Dalam kesempatan itu, Kapolri juga membagikan bingkisan kepada pemudik di gardu tol. Paket yang dibagikan berisi makanan ringan, perlengkapan kesehatan, hingga mainan anak untuk membantu mengurangi kejenuhan selama perjalanan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno; Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi; serta Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Kehadiran para menteri itu dianggap menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2026, khususnya di jalur tol Trans Jawa yang menjadi titik krusial pergerakan kendaraan.
Pengaturan Lalu Lintas di Tol Solo-Semarang
Sementara itu, kepadatan arus balik di ruas Tol Solo–Semarang yang memasuki wilayah Kabupaten Semarang terus mengalami peningkatan, sejak Senin (23/3/2026) malam. Lonjakan volume kendaraan dari arah Solo menuju Semarang, ditambah tingginya antrean kendaraan yang hendak memasuki Rest Area 456 B mendorong jajaran kepolisian mengambil langkah cepat guna mengurai kemacetan.
Situasi tersebut direspons Polres Semarang dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal. Kebijakan ini diterapkan setelah dilakukan koordinasi intensif bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah serta pihak pengelola jalan tol, Trans Marga Jateng. One way lokal diberlakukan mulai dari KM 459 Salatiga hingga KM 421 Gerbang Tol Banyumanik.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang terus meningkat pada malam hari. Penerapan one way lokal ini dimulai sejak Senin pukul 21.58.
“Langkah ini kami ambil karena volume arus dari arah Solo terus meningkat sehingga perlu dilakukan rekayasa untuk menjaga kelancaran lalu lintas,” ungkap Ratna, Selasa (24/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, arus kendaraan dari arah Solo diarahkan dan terbagi ke dalam dua jalur, yakni jalur A dan jalur B Tol Solo–Semarang. Pembagian arus ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas jalan serta mempercepat laju kendaraan menuju arah Semarang. Selain itu, pengawalan ketat dilakukan oleh personel Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah bersama Sat Lantas Polres Semarang guna memastikan pelaksanaan one way lokal berjalan aman, tertib, dan lancar.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas. “Langkah cepat dan terukur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan yang terjadi, khususnya di sekitar akses rest area dan jalur utama, sehingga para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman,” jelasnya.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












