Perpisahan Daejeon JungKwanJang Red Sparks dengan Elisa Zanette
Daejeon JungKwanJang Red Sparks, sebuah klub voli terkenal di Korea Selatan, telah resmi berpisah dari pemain asing non-Asia mereka, Elisa Zanette. Keputusan ini memicu reaksi yang kuat dari para penggemar klub tersebut, karena posisi opposite Red Sparks untuk musim Liga Voli Korea 2026/2027 kini kosong.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa keputusan Red Sparks untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Zanette dilakukan lebih awal, meskipun musim V-League 2025/2026 belum sepenuhnya berakhir. Alasan utamanya adalah kiprah klub yang gagal mencapai babak play-off selama dua musim terakhir. Performa Red Sparks juga menurun drastis setelah ditinggal Megawati Hangestri, yang sebelumnya menjadi andalan tim.
Dari 36 pertandingan yang dijalani, Red Sparks hanya mampu meraih 6 kemenangan dan kalah sebanyak 28 kali. Hal ini membuat mereka finis sebagai juru kunci di klasemen akhir musim. Oleh karena itu, Red Sparks memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Zanette sebelum akhir musim.
Ucapan Perpisahan dari Elisa Zanette
Red Sparks mengungkapkan perpisahan mereka dengan Zanette melalui media sosial Instagram. Mereka menulis, “Selamat tinggal Elisa Zanette. Selama musim 2025/2026, persahabatan dengan Elisa Zanette yang memberikan yang terbaik untuk Red Sparks telah berakhir.”
Zanette juga menyampaikan ucapan terima kasih dan salam perpisahan kepada klub serta penggemarnya. Ia berharap yang terbaik bagi Red Sparks di masa depan. “Saya ingin mengucapkan terima kasih dan pelukan hangat untuk kalian karena telah mendukung sejak awal hingga musim berakhir. Saya akan merindukan kalian. Saya berharap bisa berjumpa lagi di masa depan,” ujarnya.
Elisa Zanette menjadi pemain asing kedua yang didepak oleh Red Sparks musim ini. Sebelumnya, Wipawee Srithong juga dilepas meski belum pernah tampil dalam pertandingan resmi. Kini, Jamiyanpurev Enkhsoyol ditunjuk sebagai suksesor, namun ia akan menggunakan slot pemain lokal Korea Selatan.
Permintaan Fans untuk Megawati Hangestri
Setelah perpisahan dengan Zanette diumumkan, para penggemar Red Sparks langsung menyuarakan nama Megawati Hangestri sebagai calon pengganti. Mereka percaya bahwa tidak ada pemain asing yang memiliki pengaruh sebesar Mega di klub tersebut.
Di musim pertamanya bersama Red Sparks, Megawati langsung masuk jajaran top skor liga Korea. Ia berada di peringkat ke-7 dengan 736 poin dan kemudian naik ke peringkat ke-3 dengan 802 poin di periode berikutnya. Prestasi kolektifnya juga luar biasa, karena ia membawa tim menjadi finalis dalam dua turnamen: V-League dan KOVO Cup 2025.
Fans berharap nomor punggung 8 yang selama V-League musim ini tak bertuan bisa kembali dipakai oleh Megawati. “Goodbye and Good luck Zanette. Saya ingin sekali melihat jersey nomor 8 Red Sparks dipakai kembali oleh pemiliknya,” harap salah satu penggemar. “Mega, sekarang waktunya kamu kembali ke Red Sparks,” tambah fans lainnya.
Peluang Megawati Kembali ke Korea
Meskipun banyak harapan dari fans, laporan media Korea Selatan menyebutkan bahwa peluang Megawati kembali ke panggung Korea untuk musim 2026-2027 hampir pasti tertutup. SBS News melaporkan bahwa kembalinya Mega ke Korea Selatan, yang diharapkan bermain di V-League, gagal terwujud.
Alasan utamanya adalah cedera lutut yang sedang diatasi oleh Megawati. Agennya menyatakan bahwa Mega tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perawatan dan kembali bermain dalam kondisi sehat. Namun, situasi ini membuat klub seperti Red Sparks kesulitan untuk merekrutnya.
Selain itu, aturan gaji yang diberlakukan oleh KOVO terhadap pemain Asia dinilai kurang memuaskan bagi Megawati. “Nyeri lutut dan fakta bahwa nilai pasarnya tetap tidak berubah meskipun sistem agen bebas telah dimulai menjadi hambatan bagi kepindahannya ke Korea,” tutup laporan SBS News.












