Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Abdul Hamid Terungkap
Kasus kematian Abdul Hamid (39), seorang karyawan kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya terpecahkan setelah pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku. Abdul Hamid ditemukan dalam kondisi tanpa tangan dan kaki di dalam freezer, yang menjadi perhatian utama dalam penyelidikan.
Penangkapan Pelaku
Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa dua pelaku pembunuhan dan mutilasi tersebut telah diamankan. Kedua pelaku, berinisial DS alias A dan S, merupakan rekan kerja korban. Meski demikian, AKBP Abdul Rahim belum dapat membeberkan secara detail peran masing-masing pelaku dalam kasus ini.
Peristiwa ini masih dalam tahap pengembangan, dan pihak kepolisian sedang mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tewas dan dimutilasi.
Kronologi Penemuan Mayat
Menurut penuturan pemilik kios ayam geprek AL (32), Abdul Hamid bekerja sebagai petugas keamanan. Sementara itu, kedua pelaku bekerja sebagai pelayan dan juru masak di kios ayam geprek milik ES.
AL sempat pulang ke kampung halaman saat momen Lebaran 2026. Karena ditinggal mudik, ia menugaskan Abdul Hamid untuk menjaga kios selama Lebaran. Saat itu, AL memiliki dua karyawan laki-laki yang juga mudik, sementara Abdul Hamid bekerja sebagai petugas keamanan lepas.
Pada Jumat (27/3/2026), AL mencoba menghubungi dan berkomunikasi melalui pesan singkat WhatsApp. Pesan tersebut berisi persiapan jualan ayam yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali di kios pada Sabtu (28/3/2026) setelah libur. AL juga memberitahu kedua karyawannya bahwa ia sedang perjalanan dari kampung menuju kios. Namun, kedua karyawan tersebut tidak merespons pesan AL.
AL yang mulai cemas dan curiga langsung memutuskan untuk kembali ke kios. Saat tiba di kios, ia melihat rolling door dalam kondisi sedikit terbuka. Ia kemudian mengintip dari celah rolling door ke arah dalam kios dan melihat kondisi di dalam nampak sepi.
Setelah memanggil tukang yang pegang kunci kios untuk membuka pintu, AL mengaku tidak melihat dua karyawannya dan satu petugas freelance. Ia tidak ingin berfikir panjang dan memutuskan untuk mengolah daging ayam untuk dijual.
Saat membuka freezer untuk mengambil daging ayam, AL menemukan gulungan selimut menggumpal di dalam. Untuk memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau. Ternyata, isinya adalah kulit manusia. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek sekitar.
Pengungkapan Jenazah
Saat polisi datang ke lokasi dan membuka selimut, ternyata benar bahwa itu adalah jenazah Abdul Hamid. AL mengungkapkan bahwa ia tidak sanggup melihat kondisi jenazah tanpa tangan dan kaki. Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum menutup kembali freezer tersebut.
Selanjutnya, jenazah dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna autopsi. Menurut AL, jenazah itu diperkirakan telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian.
Hilangnya Motor dan Uang Tunai
Saat kejadian terungkap, pemilik kios juga mendapati dua unit sepeda motor serta uang tunai sebesar Rp500.000 hilang. Kecurigaan kemudian mengarah kepada dua karyawan lain karena keduanya tidak merespons saat dihubungi.
Pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap potongan tubuh korban yang belum ditemukan. Kasus ini terus dikembangkan untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai motif dan alur kejadian.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."










