Penemuan Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi
Kasus pembunuhan dan mutilasi yang menimpa seorang pegawai ayam geprek di Bekasi akhirnya mengarah pada penemuan bagian tubuh korban. Setelah sebelumnya jenazah tanpa tangan dan kaki ditemukan dalam freezer, kini pihak kepolisian berhasil menemukan tangan dan kaki korban di daerah Cariu, Bogor.
Pemilik usaha ayam geprek di Perum Mega Regency, Desa Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, merasa terkejut saat menemukan mayat di dalam freezer kiosnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah tersebut ternyata adalah Abdul Hamid (39), salah satu pegawai ayam geprek di kios milik AL (32). AL memiliki tiga orang karyawan, termasuk korban yang bertugas menjaga keamanan kios, serta SMN (27) dan ANC (23) yang bertugas sebagai pelayan sekaligus mengolah dan memasak ayam. Ketiganya tinggal di ruko tempat usaha AL.
Keterlibatan Pelaku dalam Kasus Mutilasi
Kasus mutilasi ini terungkap setelah pemilik usaha berniat membuka kembali kedainya setelah mudik Lebaran. AL mengaku pulang ke kampung halamannya di Cilacap bersama istri dan anaknya pada Rabu (18/3/2026) malam. Sebelum berangkat, ketiga pegawainya juga menyampaikan rencana masing-masing selama libur Lebaran. SMN akan pulang ke rumah orangtuanya di Batujaya, ANC berniat ke rumah pacarnya di Cibatu, Ciksel, sementara Abdul Hamid mengaku tetap tinggal di ruko karena tidak memiliki keluarga.
Pada Jumat (27/3/2026), AL sempat menghubungi karyawannya untuk menanyakan perihal kesiapan operasional kios yang akan kembali buka pada Sabtu (28/3/2026). Karyawan memberikan balasan singkat, lalu komunikasi tiba-tiba terputus. Saat kembali ke Bekasi, AL pergi ke kiosnya pada Sabtu pagi dan merasa ada yang aneh. Tidak ada seorangpun pegawainya di kios, sementara rolling door sedikit terbuka. Selain itu, kedua motor operasional juga tidak ada.
AL mencoba mengolah ayam di kiosnya dan membuka freezer untuk mengambil stok ayam. Di dalamnya terdapat bungkusan mencurigakan yang berisi gulungan selimut dan plastik. Ia membuka bungkusan tersebut menggunakan pisau dan menemukan kulit manusia. “Saya datang ke sini karena karyawan pada mudik semua. Pas saya cek dan intip dari celah, saya lihat ada yang mencurigakan. Waktu freezer dibuka, ternyata korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalamnya,” ujar AL.
Penangkapan Pelaku dan Pengembangan Kasus
Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Serang, polisi memastikan bahwa jasad tanpa tangan dan kaki tersebut adalah Abdul Hamid. Dalam perkembangan kasus, dua pelaku, yakni SMN dan ANC, ditangkap di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (29/3/2026) pukul 09.30 WIB. Keduanya merupakan rekan kerja korban. Selain menghilangkan nyawa rekan kerjanya, SMN dan ANC juga membawa kabur dua sepeda motor operasional milik AL, yakni Honda Beat dan Vario, serta mengambil uang tunai Rp 500 ribu saat kabur.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi, motif, dan peran masing-masing tersangka. Fakta bahwa pelaku merupakan rekan kerja korban menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus mutilasi di Bekasi.
Penemuan Tangan dan Kaki Korban
Dalam perkembangan terbaru, polisi menyampaikan bahwa potongan tubuh korban, yaitu tangan dan kaki, telah ditemukan di daerah Cariu, Bogor. Usai penemuan ini, polisi memastikan bahwa seluruh anggota tubuh korban telah lengkap. “Benar sudah ditemukan di daerah Cariu Bogor,” kata Abdul Rahim.
Sebelumnya, mayat korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan tanpa tangan dan kaki di dalam freezer di ruko milik AL di kawasan Serang Baru, Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026). Penjaga keamanan kios ayam geprek itu dibunuh dan dimutilasi oleh rekan kerjanya sendiri, SMN dan ANC. Pemilik usaha ayam geprek, AL, mengaku sempat curiga dengan kedua pegawainya, SMN dan ANC lantaran keduanya tak bisa dihubungi. Selain itu, dua unit sepeda motor dan uang tunai Rp 500 ribu miliknya di kios juga hilang.
Polisi hingga saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap kronologi, motif, serta peran masing-masing tersangka. Fakta bahwa pelaku merupakan rekan kerja korban menjadi fokus polisi dalam melakukan pendalaman kasus mutilasi di Bekasi.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."










