6 fakta laga Persiba vs Persipura: Antusias suporter dan gol telat Boaz menentukan kemenangan

Fakta-Fakta Menarik dalam Laga Persiba Balikpapan vs Persipura Jayapura

Laga antara Persiba Balikpapan melawan Persipura Jayapura di lanjutan Liga 2 musim 2025/2026 menjadi salah satu pertandingan yang sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola. Pertandingan ini digelar di Stadion Batakan pada Sabtu (4/4/2026) malam, dan berbagai fakta menarik terjadi sepanjang laga.

Antusiasme Suporter Membludak Sejak Sebelum Kick-off

Sejak sore hari, kawasan sekitar Stadion Batakan sudah dipenuhi oleh suporter. Kepadatan terlihat di berbagai akses jalan menuju stadion, dengan kendaraan roda dua dan roda empat terparkir di sepanjang jalan. Arus pejalan kaki pun tampak mengular menuju pintu masuk stadion. Bahkan ketika pertandingan sudah dimulai pada pukul 20.00 WITA, antrean penonton masih terlihat panjang. Suporter dengan sabar menunggu giliran untuk masuk ke stadion berkapasitas sekitar 40 ribu penonton tersebut.

Fenomena ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung pertandingan, terlebih laga ini digratiskan oleh manajemen Persiba. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan dukungan terhadap tim.

Stadion Bergemuruh, Tribun Dipenuhi Suporter

Di dalam stadion, suasana tidak kalah meriah. Teriakan dukungan menggema dari berbagai sisi tribun. Tribun Selatan, Utara, dan Timur dipenuhi oleh lautan suporter yang mengenakan atribut kebanggaan tim. Namun demikian, bagian lantai tribun masih terlihat cukup lengang, menunjukkan bahwa kepadatan lebih terkonsentrasi di area duduk utama.

Salah satu suporter, Indri, mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di stadion. “Alhamdulillah kita bisa datang nonton Persiba lawan ‘raksasa Papua’ secara gratis. Kami pasti dukung penuh Persiba malam ini,” ujarnya dengan penuh semangat. Tingginya jumlah penonton tidak lepas dari kebijakan manajemen yang menggratiskan tiket pertandingan.

Persipura Tampil Lebih Dominan Sejak Awal

Di atas lapangan, Persipura Jayapura langsung tampil agresif sejak menit awal. Tim tamu lebih banyak menguasai permainan dan terus menekan pertahanan Persiba. Sementara itu, Persiba terlihat bermain lebih hati-hati dengan mengandalkan strategi bertahan dan sesekali melancarkan serangan balik. Meski sempat terjadi jual beli serangan, dominasi permainan tetap lebih banyak dipegang oleh Persipura. Hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang 0-0.

Persiba Punya Peluang Emas, Tapi Gagal Dimaksimalkan

Sepanjang pertandingan, Persiba Balikpapan sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk mencetak gol. Salah satu peluang terbaik datang dari Dwi Geno di babak pertama. Namun, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti hanya membentur tiang gawang. Peluang tersebut menjadi salah satu momen krusial yang gagal dimanfaatkan tuan rumah.

Secara keseluruhan, Persiba Balikpapan menciptakan sejumlah peluang matang, termasuk situasi satu lawan satu dengan kiper. Namun buruknya penyelesaian akhir atau finishing menjadi kendala utama.

Drama Gol Menit 93 oleh Boaz Solossa

Pertandingan yang tampak akan berakhir imbang justru berubah dramatis di masa injury time. Pada menit ke-93, pemain veteran Boaz Solossa yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut sempat diprotes oleh pemain Persiba karena dugaan offside. Namun setelah melalui tinjauan VAR (Video Assistant Referee—teknologi yang digunakan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan penting), gol tersebut tetap disahkan. Sepakan Boaz meluncur ke sudut kiri atas gawang dan tidak mampu dibendung oleh kiper Persiba.

Reaksi Pelatih

Usai pertandingan, pelatih Persipura Jayapura Rahmad Darmawan mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan timnya. “Alhamdulillah, puji Tuhan, kita hari ini diberikan rezeki kemenangan di menit-menit terakhir. Ini patut kita syukuri. Saya ucapkan selamat untuk para pemain dan terima kasih kepada masyarakat Papua serta suporter yang selalu mendoakan,” ujarnya.

Ia juga mengakui pertandingan berjalan sulit. “Kami sudah menduga sebelumnya, ini bukan pertandingan yang gampang. Persiba Balikpapan bermain luar biasa. Kami mencoba mengontrol permainan sejak awal, tapi banyak peluang yang belum bisa jadi gol,” tambahnya.

Di sisi lain, pelatih Persiba Leonard Tupamahu menyoroti kegagalan timnya dalam memanfaatkan peluang. “Kita sebenarnya coba dominan dari Persipura Jayapura. Di babak pertama kita ciptakan banyak peluang dan bermain agresif. Babak kedua juga ada peluang bersih, tapi finishing kita yang masih terlalu buruk,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kegagalan mencetak gol menjadi faktor utama kekalahan.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?