Aksi Jalanan Pinkan Mambo Bikin Jalan Raya Mauk Sepatan Pecah, Pedagang Kebanjiran Pembeli

Aksi Live Streaming Pinkan Mambo di Sepatan Tangerang Memicu Keramaian

Aksi live streaming yang dilakukan oleh penyanyi ternama Pinkan Mambo di Jalan Raya Mauk, Sepatan, Kabupaten Tangerang, mendadak menjadi sorotan warga setempat. Kehadirannya menarik perhatian banyak orang, sehingga kawasan tersebut menjadi ramai dan penuh kehidupan.

Banyak warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi, tidak hanya untuk menonton secara langsung tetapi juga untuk mengambil foto dan bahkan ikut muncul dalam siaran langsung. Suasana yang biasanya sepi tiba-tiba berubah menjadi penuh keramaian, bahkan terasa “pecah” saat acara live sedang berlangsung.

Di balik kerumunan itu, para pedagang juga merasakan dampak positifnya. Salah satunya adalah Muhammad Irfan, seorang pedagang kue cubit yang sudah berjualan selama lebih dari dua tahun di kawasan tersebut. Ia mengaku dagangannya mengalami peningkatan signifikan sejak lokasi ramai didatangi warga.

“Rame. Yang minta foto juga rame, di livenya juga rame,” ujar Irfan, Sabtu (4/4/2026). Menurutnya, banyak pengunjung yang awalnya hanya ingin menonton, namun akhirnya membeli makanan.

“Ada yang sambil lewat, ada yang lagi lapar, kan beli,” katanya. Meski tidak semua pengunjung berbelanja, lonjakan jumlah orang tetap memberi dampak positif. “Ada yang beli juga, ada yang nggak, tapi rame-nya kerasa,” ucapnya.

Keramaian biasanya terjadi setiap Rabu dan Kamis, saat Pinkan Mambo melakukan siaran langsung di lokasi tersebut. Pada momen itu, kawasan Sepatan berubah menjadi titik kumpul warga. Bagi para pedagang, kondisi ini jelas menguntungkan.

“Menguntungkan ada juga,” kata Irfan singkat. Kini, Jalan Raya Mauk tak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjelma sebagai pusat keramaian baru—dipicu aksi live seorang artis yang sukses menarik perhatian warga.

Penghasilan dari Live Streaming Bisa Tembus Puluhan Juta

Di tengah sorotan publik, Pinkan Mambo juga buka suara soal aksinya bernyanyi secara live di TikTok yang kerap disebut “ngamen” di pinggir jalan. Keputusan tersebut diambil karena ingin mencoba hal baru setelah merasa jenuh tampil di atas panggung.

“Pokoknya intinya kenapa live di jalan karena aku udah bosan nyanyi di panggung,” ujarnya. Pinkan menyebut, penghasilan dari live TikTok bahkan bisa melampaui upah minimum regional (UMR), meski jumlahnya tidak selalu stabil.

“Bisa kadang-kadang cuma Rp 2 juta, Rp 3 juta, Rp 10 juta, bisa Rp 20 juta,” katanya. Ia bahkan mengungkapkan, pendapatan tertingginya pernah mencapai puluhan juta rupiah, meski masih di bawah kreator lain yang disebutnya bisa meraup hingga ratusan juta rupiah per hari.

“Kalau aku paling banyak Rp 30 juta sampai Rp 40 juta, tapi jarang,” tuturnya.

Aksi Live Streaming Sempat Ditertibkan Petugas

Dalam sejumlah video yang beredar, Pinkan Mambo terlihat bernyanyi di pinggir jalan sambil melakukan siaran langsung bersama suaminya, Arya Khan. Aksi tersebut menuai pro dan kontra dari warganet. Ada yang merasa terhibur, namun tak sedikit yang menilai kegiatan itu mengganggu pengguna jalan.

Ia tampak menggunakan peralatan sederhana seperti speaker dan kardus untuk menampung saweran dari pengendara. Namun, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama setelah petugas dari Dinas Perhubungan datang menertibkan lokasi.

Salah satu petugas, Anjaya, menjelaskan bahwa area tersebut diperuntukkan bagi pedagang, bukan untuk aktivitas mengamen. “Di situ khusus untuk tukang dagang,” ujarnya. Ia menambahkan, penertiban dilakukan demi menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

“Yang penting kita tetap standby untuk pengaturan lalu lintas,” tegasnya.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?