Gattuso Mundur, Nama Tak Terduga Jadi Kandidat Pelatih Timnas Italia



Kegagalan Timnas Italia dalam babak play-off untuk memenuhi kualifikasi Piala Dunia 2026 telah mengakhiri masa jabatan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala. Kekalahan dari Bosnia & Herzegovina melalui adu penalti menjadi pemicu utama keputusan ini, yang juga membawa Italia ke titik terendah sejarahnya dengan absen tiga Piala Dunia berturut-turut.

Pada malam tanggal 2 April waktu setempat, presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, mengundurkan diri. Sementara itu, Gianluigi Buffon, manajer tim, juga menyatakan perpisahan. Kurang dari 24 jam kemudian, Gattuso secara resmi melepaskan jabatannya sebagai pelatih kepala.

Dalam pernyataannya, Gattuso mengatakan: “Dengan berat hati, setelah gagal mencapai tujuan kami, saya percaya masa jabatan saya telah berakhir.” Ia menambahkan bahwa kepergiannya diperlukan untuk memungkinkan peninjauan dan proses pembangunan kembali.

Gattuso sebelumnya diangkat sebagai pengganti Luciano Spalletti pada Juni 2025. Di awal masa jabatannya, ia membangkitkan harapan dengan kemenangan 5-0 atas Estonia. Namun, situasi cepat memburuk dalam sembilan bulan. Keputusan taktis yang kontroversial, terutama dalam pertandingan melawan Bosnia & Herzegovina, mendapat banyak kritik.

Gianluigi Buffon mengungkapkan rasa syukur meski kepergian ini menyakitkan: “Saya akan menyimpan semuanya di hati saya dengan rasa syukur.”

Setelah posisi pelatih kepala kosong, sepak bola Italia langsung memulai pencarian pengganti. Beberapa nama besar muncul sebagai kandidat, termasuk Roberto Mancini, yang sukses memimpin tim nasional meraih gelar Euro 2020. Mancini siap kembali jika Giovanni Malago terpilih sebagai presiden FIGC baru.

Selain Mancini, Antonio Conte dan Massimiliano Allegri juga dipertimbangkan. Conte memimpin tim nasional Italia dengan penampilan mengesankan di Euro 2016, sementara Allegri adalah salah satu pelatih paling sukses di Serie A. Simone Inzaghi dan Stefano Pioli dipandang sebagai opsi cadangan.

Usulan politisi Ignazio La Russa menimbulkan perdebatan. Ia mengajukan pertanyaan: “Jika Brasil bisa merekrut Carlo Ancelotti, mengapa Italia tidak bisa memiliki pelatih asing seperti Mourinho?” Usulan ini memicu spekulasi tentang kemungkinan pengangkatan Jose Mourinho sebagai pelatih kepala.

Meskipun pelatih asing jarang memimpin tim nasional Italia, Football Italia menyatakan bahwa dalam krisis mendalam, pilihan berani tidak lagi dianggap mengada-ada.

FIGC telah mengumumkan rapat umum luar biasa pada 22 Juni di Roma untuk mencari presiden baru. Proses penunjukan pelatih kepala mungkin berlarut-larut. Selama masa ini, Timnas Italia akan memainkan pertandingan persahabatan tanpa pelatih resmi.

Menurut Football Italia, masalah Azzurri saat ini bukan hanya terletak pada nama pelatih, tetapi juga pada identitas, sistem pelatihan, dan adaptasi terhadap era baru. Siapa pun yang menggantikan Gattuso, baik Mancini, Conte, atau Mourinho, akan menghadapi tugas berat untuk memimpin tim juara dunia empat kali keluar dari periode tergelap dalam sejarah mereka.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?