Lonjakan Harga Plastik Rp80 Ribu, Pedagang Bengkulu Kesulitan

Dampak Kenaikan Harga Plastik di Kota Bengkulu

Kenaikan harga plastik yang terjadi di Kota Bengkulu membuat para pedagang mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga bahan baku berupa biji plastik, yang naik hingga 30 hingga 50 persen. Kondisi ini memengaruhi ketersediaan dan harga berbagai jenis plastik yang digunakan oleh masyarakat.

Lonjakan Harga Mulai Terasa Sejak Lebaran

Anindya, salah satu penjual plastik di kawasan Panorama, Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa kenaikan harga mulai terasa sekitar seminggu sebelum Lebaran. Namun, lonjakan yang signifikan terjadi setelah perayaan Lebaran.

“Kalau mulai naik itu sekitar seminggu sebelum Lebaran. Tapi kenaikan yang sangat tinggi itu terjadi sekitar dua hari setelah Lebaran,” ujar Anindya saat ditemui pada Sabtu (4/4/2026) pukul 17.34 WIB.

Sebelum Lebaran, kenaikan harga masih tergolong wajar, yakni berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000 per item. Namun, saat ini, harga sejumlah barang mengalami lonjakan signifikan.

Masalah yang Dihadapi Pedagang

Lonjakan harga mencapai 30 sampai 50 persen, yang cukup berat bagi para penjual. Anindya menyatakan bahwa kondisi ini membuat pedagang berada dalam dilema. Jika harga dinaikkan, dikhawatirkan pembeli tidak mampu menjangkau. Namun jika dijual dengan harga lama, pedagang tidak memperoleh keuntungan.

“Kalau dijual mahal, takut pembeli tidak kuat. Tapi kalau dijual murah, kami juga tidak dapat untung. Jadi serba salah,” jelas Anindya.

Penyebab Kenaikan Harga

Berdasarkan informasi dari pihak pabrik, kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya harga bahan baku berupa biji plastik. Sebelum puasa, harga biji plastik sekitar Rp35.000 per kilogram. Sekarang sudah naik menjadi Rp60.000 sampai Rp80.000 per kilogram.

Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi adalah adanya kebakaran pabrik di Solo yang berdampak pada distribusi barang. “Katanya juga ada pabrik di Solo yang kebakaran, jadi itu ikut memengaruhi pasokan,” tambah Anindya.

Harapan Pemerintah untuk Menstabilkan Harga

Anindya berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, mengingat bahan baku plastik masih bergantung pada impor. “Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah, mungkin bisa ada alternatif bahan baku, karena ini kan masih impor,” harap Anindya.

Stabilitas Harga yang Tidak Menentu

Kondisi harga saat ini sangat tidak stabil, bahkan perubahan bisa terjadi dalam hitungan jam. “Sekarang itu naiknya bukan lagi per hari, tapi sudah per jam berubah. Kami juga kaget,” ujar Anindya.

Meski harga naik, Anindya mengaku permintaan tidak mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan keterbatasan stok di pasaran. “Penjualan tidak turun, justru tetap ada karena barang juga tidak semua toko tersedia. Jadi kalau ada stok, langsung diborong,” papar Anindya.

Ia menambahkan, kelangkaan stok membuat konsumen tetap membeli meskipun harga tinggi. “Jadi mau mahal pun tetap ada yang beli, karena yang penting barangnya ada,” tutup Anindya.

Daftar Harga Plastik Terbaru

Berikut daftar harga plastik di Kota Bengkulu:

  • Plastik HD: dari Rp30.000 menjadi Rp43.000
  • Plastik PE: dari Rp30.000 menjadi Rp47.000
  • Plastik PP: dari Rp30.000 menjadi Rp50.000
  • Plastik SP Ungu: dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per ikat
  • Plastik SP bungkus kuning: dari Rp17.000 menjadi Rp25.000 per ikat
  • Plastik SP bungkus oranye: dari Rp26.000 menjadi Rp38.000 per ikat
  • Plastik merah BM: dari Rp25.000 menjadi Rp35.000
  • Styrofoam nasi: dari Rp46.000 menjadi Rp65.000
  • Styrofoam burger: dari Rp50.000 menjadi Rp75.000
  • Styrofoam panjang: dari Rp46.000 menjadi Rp65.000
  • Thinwall (2.000 ml): dari Rp78.000 menjadi Rp110.000 per 25 pcs


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?