Kekalahan Italia di Final Play-Off Piala Dunia 2026
Timnas Italia kembali gagal melangkah ke Piala Dunia setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina dalam pertandingan final play-off. Ini menjadi ketiga kalinya secara berurutan mereka tidak berhasil memenuhi syarat untuk tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Pada pertandingan yang berlangsung pada malam hari, Tim asuhan Gennaro Gattuso unggul terlebih dahulu melalui Moise Kean pada menit ke-15. Namun, situasi berubah drastis saat Alessandro Bastoni diusir keluar lapangan pada menit ke-41. Dengan jumlah pemain yang berkurang, Italia mulai mengalami penurunan performa.
Bosnia dan Herzegovina kemudian mencetak gol di menit akhir, membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Di adu penalti, Bosnia menang dengan skor 4-1. Kekalahan ini menjadikan Italia sebagai negara berbentuk sepatu bot yang belum pernah lolos ke Piala Dunia sejak 2014. Sementara itu, kemenangan terakhir mereka di kompetisi tersebut terjadi pada tahun 2006 ketika mereka mengangkat trofi.
Beberapa pemain seperti Bastoni, Gianluigi Donnarumma, dan Sandro Tonali termasuk di antara bintang-bintang terbaik yang akan tetap bermain di Eropa musim panas ini. Meskipun memiliki kekuatan bintang yang kuat, tampaknya Azzurri kali ini tidak bisa kembali ke panggung besar Piala Dunia.
Permintaan Bonus yang Membuat Kekalahan Italia Semakin Menyedihkan
Menurut laporan media Italia La Repubblica, sebelum pertandingan penting melawan Bosnia, para pemain Italia meminta bonus sebesar €300.000 atau sekitar Rp5 miliar untuk dibagikan kepada seluruh skuad jika mereka berhasil lolos ke Piala Dunia. Setiap pemain diberi angka sebesar €10.000 atau sekitar Rp195 juta.
Gennaro Gattuso, mantan pelatih tim, dikabarkan berhasil mencegah para pemain untuk melanjutkan negosiasi dengan Federasi Sepak Bola Italia. Alasan yang diajukan adalah bahwa bonus hanya boleh dibahas setelah mereka memastikan tempat di Piala Dunia.
Klaim ini menimbulkan reaksi keras di media sosial. Seorang pengguna menyampaikan komentar yang mengejek: “Memalukan. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan tentang itu.” Sementara yang lain menambahkan: “Ini hanya menunjukkan di mana hati mereka berada.”
Ada juga yang menulis: “Ini sangat menyedihkan. Italia benar-benar perlu memulai dari awal.”
Peluang Italia Tampil di Piala Dunia Masih Terbuka
Meski kekalahan ini terasa menyedihkan, masih ada harapan bagi Italia untuk tampil di Piala Dunia 2026. Spekulasi mengemuka bahwa Iran mungkin memboikot kompetisi yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko. Jika hal ini terjadi, maka Italia berpotensi mendapatkan tempat karena mereka adalah negara dengan peringkat tertinggi yang belum lolos kualifikasi.
Riwayat Kegagalan Italia di Piala Dunia
Meskipun Italia berhasil memenangkan Kejuaraan Eropa setelah kemenangan atas Prancis pada tahun 2006, satu-satunya penampilan mereka di Piala Dunia selama periode itu berakhir dengan kekecewaan. Pada tahun 2010, mereka finis di posisi terbawah grup dengan hanya dua poin dari pertandingan melawan Paraguay, Selandia Baru, dan Slovakia.
Empat tahun kemudian, mereka sekali lagi gagal melaju melewati babak penyisihan grup. Setelah itu, mereka absen sepenuhnya dari turnamen tersebut dalam tiga edisi berikutnya.
Daftar Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Berikut adalah daftar 48 negara yang telah memenuhi syarat untuk tampil di Piala Dunia 2026:
- Meksiko (tuan rumah)
- Amerika Serikat (tuan rumah)
- Kanada (tuan rumah)
- Brasil
- Jerman
- Belanda
- Belgia
- Spanyol
- Prancis
- Argentina
- Portugal
- Inggris
- Afrika Selatan
- Bosnia dan Herzegovina
- Maroko
- Paraguay
- Curacao
- Jepang
- Mesir
- Cape Verde
- Senegal
- Aljazair
- Republik Demokratik Kongo
- Kroasia
- Korea Selatan
- Qatar
- Haiti
- Australia
- Pantai Gading
- Swedia
- Iran
- Arab Saudi
- Irak
- Austria
- Uzbekistan
- Ghana
- Republik Ceko
- Swiss
- Skotlandia
- Turki
- Ekuador
- Tunisia
- Selandia Baru
- Uruguay
- Norwegia
- Jordania
- Kolombia
- Panama
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












