Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo Setelah Pencarian 3,5 Jam

Kecelakaan Maut Bocah 9 Tahun di Bengawan Solo

Seorang bocah berusia 9 tahun ditemukan meninggal setelah dilakukan pencarian intensif selama 3,5 jam pada hari kedua. Kejadian ini terjadi di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, yang menjadi tempat korban tenggelam. Korban ditemukan sekitar 30 meter dari titik awal kejadian, dengan kondisi mengapung di permukaan air.

Proses Pencarian yang Intensif

Pencarian dimulai sejak pagi hari oleh tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat sekitar. Tim menggunakan perahu karet dan alat pencarian lainnya untuk menyisir aliran sungai. Warga juga ikut membantu dengan memantau tepian sungai dan area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Proses pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Laren, Iptu Witono Hariadi. Petugas membagi pencarian menjadi beberapa sektor, mulai dari titik korban dilaporkan tenggelam hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Selain itu, warga Desa Laren juga turut serta dalam pencarian menggunakan perahu tradisional.

Henti Sementara Akibat Cuaca

Pencarian sempat dihentikan sejenak karena cuaca yang sangat panas. Namun, setelah cuaca membaik, pencarian kembali dilanjutkan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka. Tidak ditemukan luka apapun pada jasad korban.

Upaya Pencarian yang Berhasil

Petugas gabungan melakukan upaya pencarian dengan pola memanuver air Sungai Bengawan Solo untuk memicu ombak. Upaya ini membuahkan hasil, dan jasad korban muncul ke permukaan. “Jadi tidak dijaring, tidak dijala. Tapi muncul sendiri ke permukaan Bengawan Solo,” ujar Hamzaid.

Informasi Tentang Korban

AFA adalah siswa kelas 2 MI. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di Lapangan Centong, Desa Laren. Usai bermain, korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 50 meter dari lapangan.

Diduga karena tidak bisa berenang, korban tenggelam dan terseret arus sungai yang cukup deras dengan kondisi permukaan air sedang tinggi. Tiga teman korban berinisial IR, HK, dan RF sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya itu tidak berhasil.

Mereka kemudian berteriak meminta bantuan. Warga yang datang ke lokasi sempat melakukan pencarian secara manual hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi hingga akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?