Mengungkap Alasan DJ Perawat Aceh Tengah Viral, Ternyata Hanya Ini

Perawat Viral karena Aksi Tidak Profesional Saat Operasi

Seorang perawat berinisial RA menjadi sorotan setelah video yang menunjukkan aksinya berjoget dan mengalungkan botol infus di lehernya saat operasi sedang berlangsung viral di media sosial. Kejadian ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk para dokter dan masyarakat umum.

Tindakan yang Dianggap Tidak Profesional

RA, yang merupakan staf perawat di RSUD Datu Beru Takengon, tiba-tiba menjadi pusat perhatian setelah videonya tersebar luas. Dalam video tersebut, RA terlihat berjoget di ruang bedah sementara operasi sedang berlangsung. Selain itu, ia juga tampak mengalungkan botol cairan infus di lehernya sambil terus menari. Hal ini dianggap sebagai tindakan tidak profesional yang tidak pantas dilakukan dalam situasi kritis seperti operasi.

Adapun reaksi dari para dokter yang ada di ruang operasi sangat beragam. Salah satu dokter tampak menggelengkan kepala, sementara dua dokter lainnya sesekali menatap keheranan melihat perilaku rekan sejawatnya tersebut di tengah proses pembedahan.

Tanggapan Direktur Rumah Sakit

Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, menyampaikan kekecewaannya atas insiden ini. Menurutnya, tindakan RA merupakan pelanggaran disiplin dan etika profesi yang sangat serius. Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan rapat internal dan memanggil RA untuk diperiksa.

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian,” ujar Gusnarwin.

Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak akan mentoleransi perbuatan yang mencoreng nama baik institusi medis, terutama dalam situasi krusial yang menyangkut keselamatan nyawa pasien.

Permintaan Maaf dan Penanganan Lanjutan

Setelah menuai kecaman publik, Riga Septian Bahri akhirnya muncul memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Melalui rekaman video yang diterima Kompas.com, ia mengaku menyesali perbuatannya. “Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun,” ucap Riga.

Sambil merapatkan kedua telapak tangan di depan kamera, Riga memohon maaf kepada pihak rumah sakit dan seluruh masyarakat Indonesia yang merasa terganggu dengan konten tersebut. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang mencederai dunia medis itu lagi.

Meski sudah meminta maaf, proses pendisiplinan tetap berjalan. Per Kamis (2/4/2026), dr. Gusnarwin menyatakan telah mengembalikan Riga kepada Badan Kepegawaian Pelatihan, Pendidikan, dan Pelatihan dan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah untuk ditindaklanjuti sesuai hukum kepegawaian yang berlaku.

“Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak terima, tidak ditoleransi. Kami anggap ini kelalaian dan sudah kami diskusikan dengan atasan untuk diberikan hukuman,” tegas Gusnarwin melalui sambungan telepon WhatsApp.

Harapan Pihak Manajemen

Pihak manajemen berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pegawai rumah sakit agar senantiasa menjaga integritas dan citra pelayanan publik di Aceh Tengah.




Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?