Kondisi Jalan Rusak di Jalan AJ Purukan Minut Sulut Mengganggu Pengendara
Pengendara yang melintasi Jalan AJ Purukan, Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) semakin resah dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Selain lubang-lubang besar yang terlihat di berbagai titik, aktivitas penambalan jalan yang dilakukan oleh warga setempat juga menimbulkan gangguan bagi lalu lintas.
Beberapa pengendara mengeluhkan bahwa proses penambalan jalan sering kali dilakukan tanpa koordinasi yang jelas. Bahkan, ada kejadian di mana sebagian badan jalan ditutup sementara untuk memperbaiki lubang, sehingga menyebabkan kemacetan parah, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Hal ini memaksa kendaraan melambat secara drastis dan menciptakan antrean panjang.
Selain itu, beberapa pekerja tampak membawa kardus dan meminta sumbangan kepada pengendara yang melintas. Banyak pengguna jalan yang akhirnya memberikan uang secara sukarela, meski merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Kejadian ini menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat, karena dianggap sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan dari kondisi jalan yang rusak.
“Memang bagus niatnya bantu tutup lubang jalan, tapi kalau sudah setiap hari ditambal dan ada di berbagai titik, ini mengganggu,” ujar Dave, salah satu pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut.
Proses penambalan jalan secara swadaya ini disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya kejelasan kapan akan ditangani secara resmi oleh pihak berwenang. Situasi ini menimbulkan rasa tidak puas di kalangan pengendara, yang merasa perlu adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah.
Keluhan Pengendara dan Harapan Masyarakat
Dave juga menyampaikan bahwa kegiatan penambalan jalan yang terus-menerus ini dinilai tidak efektif dan justru membuat masalah semakin buruk. “Kalau dihitung-hitung mungkin sudah bertahun-tahun ini pengerjaan seperti ini. Hari ini ditambal, besok di tambal, lusa juga dan setiap hari begitu terus,” keluhnya.
Pengendara lain, Daniel, yang juga merupakan warga perumahan Viola Land Matungkas, berharap pemerintah daerah segera hadir dengan solusi konkret untuk menuntaskan perbaikan jalan. Ia menegaskan bahwa aktivitas yang meresahkan pengguna jalan perlu ditertibkan secepatnya.
“Ya kalau boleh tertibkan dulu aktivitas yang meresahkan pengguna jalan ini,” harap Daniel.
Pengendara dan warga setempat secara bersama-sama mendesak pemerintah dan instansi terkait agar segera turun tangan. Mereka berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi, bukan hanya sekadar tambal sulam yang berkepanjangan.
Potensi Risiko Keselamatan dan Konflik Sosial
Menurut Dave, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan yang terganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan risiko keselamatan di jalan. Dengan kondisi jalan yang tidak stabil dan aktivitas penambalan yang tidak teratur, kemungkinan terjadinya kecelakaan meningkat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan adanya perbaikan yang lebih baik dan terencana, diharapkan lalu lintas bisa berjalan lancar dan pengendara merasa aman saat melintasi jalan tersebut.












