Kondisi Menyedihkan yang Dihadapi Pak Tarno
Pak Tarno, pesulap legendaris yang dikenal dengan jargon “Tolong dibantu ya”, kini tengah menghadapi cobaan berat dalam hidupnya. Di tengah perjuangannya melawan kondisi kesehatan yang menurun, ia kehilangan mobil pribadinya karena digelapkan oleh mantan sopir. Peristiwa ini menambah beban pikiran yang sedang dihadapi oleh sosok yang sebelumnya dikenal sebagai figur yang selalu siap membantu orang lain.
Mobil tersebut disebut-sebut digadaikan ke pihak leasing tanpa sepengetahuan maupun izin dari Pak Tarno. Pihak keluarga dan manajemen menyayangkan tindakan tersebut, terlebih dilakukan oleh orang yang sebelumnya dipercaya. Kejadian ini tentu menjadi pukulan tambahan bagi Pak Tarno yang tengah fokus pada pemulihan kesehatannya.
Teror Telepon dari Pihak Leasing Saat Terbaring Sakit
Menurut penuturan istri kedua Pak Tarno, Lisa Karlina, mereka mulai merasakan keanehan saat telepon genggam Pak Tarno terus-menerus dihubungi oleh pihak penagih (debt collector). “Tiba-tiba ada tagihan nelpon, hampir beberapa kali, ada 10 kali, kadang 5 kali. Tahunya ada tagihan dari leasing,” ungkap Lisa saat ditemui di kontrakan Pak Tarno di kawasan Warakas, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026).
Pak Tarno menjelaskan bahwa teror telepon yang diterimanya tak kenal waktu. Padahal kala itu kondisi kesehatannya tengah menurun. “Dapat telepon pagi, siang, sore. Padahal saya lagi di rumah sakit,” aku Pak Tarno.
Kondisi ini sempat membuat pesulap senior itu stres dan kebingungan. Pasalnya, ia merasa tidak pernah meminjam uang maupun menjaminkan mobilnya. Namun tiba-tiba Pak Tarno diminta pihak leasing membayar tagihan bernilai fantastis yakni mencapai Rp35 juta. “Lah saya 35 juta dapet dari mana, orang sakit begini,” ujar Pak Tarno dengan terbata-bata.
Jual Mobil Demi Melunasi Utang
Karena merasa tertekan dengan teror telepon yang masuk terus-menerus, Pak Tarno dan keluarga akhirnya mengambil keputusan pahit. Agar beban pikiran tidak memperparah kondisi kesehatan Pak Tarno, mereka memutuskan untuk menjual mobil tersebut. Mobil tersebut terjual dengan harga sekitar Rp54 juta. Uang hasil penjualan itu seluruhnya digunakan untuk melunasi utang di leasing agar pihak penagih berhenti menelepon.
Namun, masalah tidak berhenti di situ. Pak Tarno mengaku tidak mendapatkan sisa uang dari penjualan tersebut, dan kini ia sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi. “Mobil itu sudah dijual, tapi Bapak (Pak Tarno) mungkin tidak tahu dan uangnya tidak ada ke beliau. Mungkin untuk menutupi utang-utang di leasing tersebut supaya Bapak tidak kepikiran dan tidak tambah sakit,” jelas sang Manajer, Laura.
Kini Andalkan Ojek Online untuk Bekerja
Akibat kejadian ini, Pak Tarno yang dulu selalu didampingi sopir pribadi, kini harus rela hidup prihatin. Untuk keperluan syuting atau bepergian, ia terpaksa menggunakan jasa ojek online atau mengandalkan jemputan dari pihak stasiun televisi. “Sekarang Pak Tarno nggak punya mobil. Ke mana-mana pakai ojek online atau kalau ada syuting dijemput sama orang TV-nya,” tambah Laura.
Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Tarno kini hanya berjualan maninan di kawasan Kota Tua. Dalam sehari Pak Tarno dan istri menerima penghasilan yang tak menentu.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










