Kemenangan Dramatis Inter Milan Menghadapi Como 1907
Pertandingan antara Inter Milan melawan Como 1907 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (12/4/2026), atau Senin dini hari WIB, berjalan sangat menegangkan. Meskipun Inter Milan saat itu berada di puncak klasemen sementara Liga Italia 2025-2026, mereka justru menghadapi tantangan berat dari tim yang diakuisisi oleh Djarum Group.
Dalam pertandingan ini, Inter Milan sempat tertinggal dua gol oleh Como. Tim asuhan Christian Chivu harus menerima kekalahan sementara karena dua gol yang dicetak oleh Alex Valle pada menit ke-45 dan Nico Paz menjelang turun minum. Namun, permainan Inter Milan terus berkembang dan berhasil memperbaiki situasi.
Marcus Thuram mencetak gol untuk Inter Milan pada menit pertama setelah jeda, mengurangi ketertinggalan menjadi 1-2. Di babak kedua, Inter Milan menunjukkan semangat luar biasa dengan membalikkan keadaan. Thuram mencetak gol keduanya pada menit ke-49, membuat skor menjadi 2-2. Denzel Dumfries kemudian memberikan keunggulan bagi Inter Milan dengan dua golnya di menit ke-58 dan 72′, sehingga skor akhir menjadi 4-2.
Como tidak menyerah begitu saja dan mencoba mengejar ketertinggalan melalui penalti Lucas Da Cunha di menit ke-89, tetapi Inter Milan tetap mampu meraih kemenangan dramatis dalam pertandingan ini.
Perasaan Christian Chivu Setelah Kemenangan
Christian Chivu, pelatih Inter Milan, menyampaikan rasa bangga atas kerja keras yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Meskipun Lautaro Martinez cedera, Inter Milan tetap bisa merespons dengan baik dan membalikkan keadaan melawan Como yang bermain intens dan menekan.
Chivu mengatakan bahwa kemenangan ini menunjukkan kedewasaan tim. “Ini adalah kemenangan yang menunjukkan kedewasaan, di mana kami mampu membaca alur pertandingan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan ambisi dalam 7 pertandingan tersisa. “Kami harus memperlebar keunggulan kami atas tim di peringkat kedua.”
Chivu juga menyebutkan bahwa timnya terkejut dengan intensitas permainan Como di babak pertama, tetapi mereka bereaksi layaknya tim yang matang.
Sindiran kepada Napoli dan AC Milan
Saat ditanya tentang peluang memenangkan scudetto, Chivu justru menyindir dua rival utamanya, Napoli dan AC Milan. Ia mengatakan bahwa ia akan mengikuti jejak rekan-rekannya seperti Antonio Conte dan Massimiliano Allegri, yang sering membicarakan kualifikasi Liga Champions.
“Saya akan mengatakan bahwa kami senang bisa semakin mendekati target tersebut,” katanya. “Secara matematis, kami belum sampai di sana,” tambahnya.
Kondisi Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Saat ini, Inter Milan berada di posisi teratas dalam perburuan gelar Liga Italia musim ini. Mereka unggul 9 poin atas Napoli dan 12 poin dari AC Milan. Dalam tiga pertandingan berikutnya, Inter Milan akan menghadapi lawan-lawan yang relatif lebih mudah, yaitu Cagliari, Torino, dan Parma.
Jika mampu meraih kemenangan dalam semua pertandingan tersebut, sementara dua rival utamanya terpeleset, bukan tidak mungkin Inter Milan akan mengunci scudetto musim ini.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












