Tragedi Mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) dengan inisial FDA (24) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (11/4/2026). Korban ditemukan dalam keadaan membusuk dan diduga melakukan tindakan bunuh diri dengan cara gantung diri.
Pemilik kos, Mesi (25), adalah orang pertama yang menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, korban meninggalkan buku wasiat yang kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Mesi mengakui sempat melihat buku tersebut, namun tidak membacanya. Ia hanya melihat tulisan di dalam buku tersebut, yang menurutnya cukup tebal. Menurut informasi dari polisi, jika ingin membaca isi buku tersebut, ia harus pergi ke Polsek Pauh.
Berdasarkan informasi dari Kapolsek Pauh, buku wasiat itu benar-benar ditinggalkan oleh korban. Namun, kaposek tidak memberikan izin kepada media untuk mengambil gambar atau membacanya. Di lokasi kejadian, terlihat beberapa barang bukti seperti handphone, buku berisi 40 halaman dengan sampul berwarna pink, KTP, dan lain sebagainya.
Isi buku wasiat tersebut telah tersebar di media sosial. Salah satu tulisan dalam buku tersebut menyebutkan: “Siapapun yang baca buku ini, tolong buka WA, karena ada pesan untuk keluarga, yang aku lakukan ini, dari baca pesan WA ku.”
Kondisi kamar korban sangat memprihatinkan. Saat Mesi membuka pintu kamar, terdapat banyak lalat dan aroma menyengat yang tercium. Bau tersebut mirip dengan bau ikan asin, bahkan terasa hingga di luar bangunan kos. Mesi mengatakan bahwa saat membuka pintu, kondisi korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan mengenakan baju berwarna hitam. Selain itu, terdapat beberapa carian di lantai dan cairan yang terdapat tepat di bawah kaki korban.
Kronologi Kejadian
Kronologi kejadian bermula saat ayah korban meminta pemilik bangunan untuk mengecek kondisi anaknya. Sebelumnya, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya selama beberapa hari, sehingga membuat ayahnya merasa khawatir. Ayah korban menghubungi Mesi melalui telepon sekitar pukul 08:20 WIB pagi untuk mengecek kondisi sang anak.
Setelah menerima permintaan tersebut, Mesi langsung menuju kamar kost korban. Saat itu, pintu kamar dalam keadaan terkunci, namun Mesi memiliki kunci cadangan dan berhasil membukanya. Saat dibuka, kondisi korban sudah dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi. Tubuh korban tampak membesar dan menghitam. Selain itu, Mesi juga melihat cairan di lantai tepat di bawah kaki korban, meskipun ia tidak tahu jenis cairan apa itu.
Setelah menemukan korban, Mesi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian, pihak berwajib tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi korban ke RS Bhayangkara Padang. Orang tua korban juga sedang dalam perjalanan ke rumah sakit tersebut.
Terakhir Terlihat Seminggu Lalu
Menurut keterangan warga setempat, korban terakhir kali terlihat sekitar seminggu lalu. Rita Nengsih (47), seorang warga di sekitar lokasi kejadian, mengatakan bahwa ia bertemu korban sekitar seminggu lalu saat korban membeli minuman di warung miliknya. Namun, setelah pertemuan itu, korban tidak pernah lagi terlihat di sekitar kamar kost atau berbelanja di warung tersebut.
Febi Febrianti, warga lainnya, juga menyebut bahwa korban jarang terlihat dalam waktu terakhir sebelum ditemukan meninggal. Ia mengatakan bahwa terakhir kali melihat korban sekitar satu minggu lalu saat korban membeli gorengan di warung milik Rita. Setelah itu, korban tidak pernah lagi terlihat.
Lokasi Kejadian dan Penyelidikan
Di lokasi kejadian, terlihat police line dipasang di depan kamar kost korban. Kamar tersebut berada di depan Ampera Rafli dan memiliki empat petak kamar. Pemilik kost, Mesi, membenarkan bahwa ia adalah orang pertama yang menemukan jenazah korban sekitar pukul 08:25 WIB. Ia menjelaskan bahwa ayah korban menghubunginya melalui pesan WhatsApp untuk memantau korban di dalam kost.
Saat itu, Mesi mencoba masuk ke kamar korban, namun pintu terkunci. Beruntung, ia memiliki kunci cadangan dan berhasil membukanya. Saat membuka pintu, Mesi melihat korban dalam kondisi menghitam dan dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi.
Aroma ikan asin masih tercium di sekitar lokasi kejadian, meskipun jenazah sudah dibawa ke rumah sakit. Masyarakat dan pemilik kost terlihat duduk di sekitar lokasi kejadian.
Peringatan Penting
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang terdekat memiliki dorongan untuk melakukan bunuh diri, segera hubungi profesional kesehatan mental atau pihak berwenang.












