jakartatalks.com – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump , pada Minggu (15/11) memberikan isyarat kemungkinan TikTok tetap beroperasi di negaranya.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh organisasi konservatif Turning Point USA di Phoenix, Arizona, Trump menyatakan bahwa aplikasi berbagi video populer tersebut mungkin telah membantu menarik pemilih penting dalam pemilihan presiden. Hal ini membuatnya mempertimbangkan untuk mengizinkan TikTok beroperasi untuk sementara waktu.
“Kami menggunakan TikTok dan mendapat respons yang luar biasa. Kami mendapat miliaran penayangan,” ujar Trump, yang juga menambahkan bahwa kampanyenya telah mendapatkan jumlah penayangan yang tinggi di aplikasi tersebut.
Pada hari Rabu (11/11), Mahkamah Agung AS setuju untuk meninjau permohonan TikTok dan perusahaan induknya di China, ByteDance, untuk mencegah penegak hukum berpotensi menjual aplikasi tersebut sebelum 19 Januari atau menghadapi larangan atas dasar keamanan nasional.
Pengadilan tertinggi di negara itu dijadwalkan mendengarkan argumen dalam kasus ini pada 10 Januari. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kemungkinan bagi TikTok untuk tetap beroperasi di AS dalam waktu yang lebih lama.






