Fenomena Berbahaya: Pria di Makassar Nekat Minum Oli
Beberapa pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan tindakan yang sangat berisiko dengan meminum oli mesin. Mereka percaya bahwa minum oli bisa meningkatkan stamina tubuh mereka. Aksi tersebut dilakukan secara bergiliran dan akhirnya viral di media sosial.
Tidak hanya menarik perhatian publik, aksi ini juga mendapat tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menegaskan bahwa tindakan tersebut haram dan tidak diperbolehkan dalam agama. Namun, dari sisi kesehatan, ancaman yang mengintai jauh lebih serius dan berpotensi fatal.
Dicky Budiman, seorang dokter dan peneliti Global Health Security, menjelaskan bahwa konsumsi oli bukan sekadar perilaku berisiko, melainkan paparan zat beracun. Ia menyebut bahwa minum oli setara dengan meminum racun industri.
Oli: Campuran Zat Toksik yang Tidak untuk Tubuh
Menurut Dicky, oli mesin merupakan campuran kompleks yang mengandung hidrokarbon, aditif kimia, logam berat, serta berbagai senyawa toksik lainnya. Zat-zat ini sama sekali tidak dirancang untuk dikonsumsi manusia karena tidak termasuk dalam “food grade substance”. Ketika masuk ke dalam tubuh, oli dapat langsung memicu reaksi keracunan.
Gejala awal yang muncul biasanya berupa gangguan pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, hingga diare berat. Namun, dampak tersebut hanyalah permukaan dari risiko yang jauh lebih besar.
Ancaman Paling Fatal: Saat Oli Masuk ke Paru-Paru
Salah satu kondisi paling berbahaya adalah ketika oli yang diminum masuk ke paru-paru saat seseorang muntah. Situasi ini dapat memicu peradangan paru akut yang sangat serius. “Ini yang menyebabkan peradangan paru akut, menyebabkan hipoksia dan bahkan kematian,” jelas Dicky.
Dalam dunia medis, kondisi ini berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat zat kimia yang masuk ke paru-paru. Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan oksigen yang dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani.
Efek ke Otak dan Sistem Saraf
Selain menyerang paru-paru, kandungan hidrokarbon dalam oli juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Efeknya bisa berupa pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran. Hal ini menunjukkan bahwa dampak oli tidak hanya terbatas pada satu organ, tetapi bisa menyerang berbagai sistem dalam tubuh secara bersamaan.
Kerusakan yang Terjadi Tanpa Disadari
Yang membuat fenomena ini semakin berbahaya adalah sifat dampaknya yang tidak selalu langsung terasa. Banyak orang keliru menganggap tidak terjadi masalah karena tidak merasakan efek instan. Padahal, kerusakan bisa berlangsung secara diam-diam.
Dalam jangka panjang, konsumsi oli dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal, gangguan darah akibat logam berat, hingga gangguan hormon dan potensi kanker. Artinya, risiko tidak hanya terjadi saat itu juga, tetapi bisa muncul dalam jangka waktu lebih lama.
Pentingnya Kesadaran Kesehatan
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral aman untuk ditiru. Terlebih jika menyangkut kesehatan, keputusan yang salah bisa membawa konsekuensi serius, bahkan mengancam nyawa. Dalam konteks kesehatan masyarakat, perilaku seperti ini perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.












