Ditinggal ke pemakaman, Literacy Coffee dibobol maling, ribuan dolar hilang

Kedai Literacy Coffee di Medan Dibobol Maling, Uang dan Ponsel Raib

Kedai Literacy Coffee yang terletak di Jalan Jati II, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota menjadi korban pencurian. Kejadian ini menimpa pemilik kedai, Jhon Siahaan, yang mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta akibat aksi maling tersebut.

Kerugian yang Dialami

Menurut keterangan Jhon Siahaan, uang dalam pecahan dollar dan mata uang asing lainnya yang diperkirakan senilai Rp 30 juta hilang dibawa pelaku. Selain itu, dua buah ponsel juga raib dari lokasi kejadian. Uang tersebut disimpan di dalam tas yang berada di dalam lemari.

“Kami cek, ternyata uang yang hilang. Itu ada sekitar $1.700 US, 500 Ringgit Malaysia, dan beberapa uang luar negeri lain. Bukan hanya itu, 2 handphone kami di sini juga hilang,” ujar Jhon Siahaan.

Kondisi yang Menambah Kesedihan

Kejadian ini seakan menambah kesedihan bagi Jhon dan istrinya. Pasalnya, peristiwa pencurian terjadi tepat saat keluarga mereka sedang berduka atas meninggalnya ayah mertua Jhon. Sejak tanggal 3 April, kedai telah ditutup sementara waktu karena Jhon dan istrinya harus pergi ke Rokan Hilir, Riau untuk menghadiri acara pemakaman ayah mertua.

Setelah lima hari berada di Riau, Jhon dan istrinya memutuskan untuk pulang ke Medan pada hari Rabu, 8 April menggunakan pesawat. Saat itu, Jhon memesan tiket melalui aplikasi Traveloka dengan menggunakan ponsel miliknya. Namun, ketika membuka aplikasi, ia menemukan bahwa username-nya telah berubah.

Penyelidikan Awal

Jhon langsung curiga dan memanggil rekan yang tinggal di Kota Medan untuk mengecek kondisi kedai. Setelah sampai di lokasi, rekan tersebut memberitahu bahwa kafe sudah dibobol maling.

“Tanggal 8 April kami buka aplikasi Traveloka, ternyata username-nya sudah berubah. Saya langsung curiga. Karena ada handphone yang login aplikasi Traveloka dan posisinya kami tinggal di kedai. Saat itu juga, saya inisiatif telepon teman-teman saya di Medan untuk mengecek kedai kopi kami,” tambah Jhon.

Ia kemudian melakukan panggilan video (video call) ke rekan tersebut untuk memastikan kondisi di lokasi. Ternyata benar, pintu belakang kafe sudah rusak dan kondisi di dalamnya berantakan.

Laporan ke Polisi

Setelah pulang ke Kota Medan, malam itu juga Jhon dan istrinya melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat. Ia berharap peristiwa ini bisa segera terungkap, mulai dari penangkapan pelaku hingga pengembalian uang yang hilang.

Riwayat Pencurian Sebelumnya

Pencurian bukanlah hal baru bagi Jhon. Sebelumnya, kedai ini juga pernah dibobol maling, meskipun kerugiannya lebih banyak berupa barang elektronik seperti AC dan mesin air. Namun, kali ini yang hilang adalah uang.

“Tapi memang agak unik juga pencurian kali ini. Kami sudah beberapa kali kehilangan seperti kompor gas, sanyo, AC. Tapi kali ini yang hilang hanya uang.”


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?