Peninjauan Pasca Ledakan di Dapur SPPG Angsana
Ledakan yang terjadi di dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Angsana, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung langsung mendapat perhatian dari Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peninjauan ke lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi pasca insiden serta dampaknya terhadap operasional layanan.
Hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa aktivitas SPPG tetap dapat berjalan setelah dilakukan perbaikan. Operasional dapur direncanakan kembali berjalan pada awal pekan depan. Koordinator Wilayah Kecamatan Toboali dan Tukak Sadai Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, M. Zamroni, mengatakan pihaknya langsung bergerak meninjau lokasi setelah mendapat arahan pimpinan.
Penugasan tersebut dilakukan atas seizin Ketua Satgas yang juga Sekretaris Daerah, Hefi Nuranda. Tim turun ke lokasi pada malam hari untuk melihat kondisi secara langsung. “Seizin dari ketua Satgas dalam hal ini Pak Sekda, kami sudah ditugaskan tadi malam untuk melakukan peninjauan ke lokasi SPPG Angsana terkait ledakan tersebut,” ujar dia kepada sumber lokal.
Dari hasil pemantauan kata M. Zamroni, tim menemukan adanya kerusakan di beberapa bagian fasilitas dapur, terutama pada alat pengering ompreng. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu keseluruhan operasional dapur. Pihak Satgas memastikan layanan tetap dapat berjalan setelah dilakukan perbaikan teknis.
Satgas juga memberikan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak mitra pengelola SPPG Angsana. Catatan tersebut berfokus pada perbaikan fasilitas yang menjadi sumber ledakan serta peningkatan aspek keselamatan. Dalam waktu dekat, langkah perbaikan diwajibkan segera dilaksanakan sebelum operasional kembali normal.
“Untuk catatan hasil pemantauan kami yang harus segera diperbaiki yaitu lemari pengering yang menjadi sumber terjadinya ledakan dan kami minta diganti dengan yang baru,” tegas M. Zamroni. Selain itu, Satgas juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di area sekitar lokasi mesin pengering. Bagian luar dari lokasi pengering ompreng dinilai perlu diperkuat untuk mencegah risiko serupa. Pemasangan dinding beton permanen menjadi salah satu rekomendasi utama demi meningkatkan aspek keselamatan.
Di sisi lain, koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Sinergi antara Satgas dan BGN dinilai penting dalam menentukan langkah lanjutan pasca insiden. Evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar perbaikan operasional ke depan.
“Tentunya kami akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak BGN terkait kejadian tersebut,” ungkapnya. Zamroni menambahkan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran penting dalam pengelolaan dapur skala besar. Ia menekankan perlunya peningkatan pengawasan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur. Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami akan terus melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak BGN Korwil Bangka Selatan demi kebaikan ke depan,” pungkas Zamroni.












