Kelangkaan Air Bersih di Kota Bajawa dan Sekitarnya
Kelangkaan air bersih telah terjadi di Kota Bajawa dan sekitarnya selama sepekan terakhir. Keadaan ini memengaruhi lebih dari 4.000 pelanggan yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Langa (sekitar 400 pelanggan), Wawowae, Beiwali, serta kawasan dalam Kota Bajawa. Akibatnya, warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga usaha mereka.
Salah satu warga Kelurahan Ngedukelu, Irfan (42), mengatakan bahwa distribusi air tidak normal sejak sepekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa air hanya keluar pada jam 10 pagi, namun hanya berlangsung sekitar satu jam, setelah itu kembali mati. Hal ini memaksa Irfan mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air tangki.
Penyebab Kelangkaan Air Bersih
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Eduardus N. Sugi Watu, menjelaskan bahwa kelangkaan air dipicu oleh bencana banjir dan longsor yang terjadi akibat hujan lebat pada Rabu, 8 April 2026. Longsor terjadi di sejumlah titik sumber air utama yang menyuplai kebutuhan masyarakat Kota Bajawa.
Menurut Eduardus, banjir dan longsor terjadi di alur Sungai Kali Batu dan Mukuvoka, yang merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat Bajawa dan sekitarnya. Beberapa sumber air yang terdampak antara lain Mukuvoka, Kali Batu, penampung air di Alo Jawa, serta Waduk Beto Waso di Kelurahan Susu. Empat sumber ini menjadi penyuplai utama untuk Kota Bajawa, termasuk wilayah Langa, Wawowae, dan sekitarnya.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur air bersih. Selain broncaptering yang dipenuhi sedimen lumpur, jaringan perpipaan juga mengalami kerusakan hingga sekitar 34 persen. Kerusakan pipa terjadi dari titik sumber hingga Waku Menge. Terdapat banyak titik kerusakan di enam jalur pipa utama menuju reservoir di Kota Bajawa.
Upaya Perbaikan Infrastruktur
Untuk mengatasi kondisi tersebut, sejak awal pekan pihak Perumda telah mengerahkan tenaga untuk melakukan pengerukan sedimen serta perbaikan jaringan pipa yang rusak. Eduardus menyebutkan bahwa pihaknya melibatkan masyarakat, relawan, serta mendapat dukungan dari PUPR, BPBD, dan pihak terkait lainnya.
Meski demikian, Eduardus belum dapat memastikan kapan proses perbaikan akan rampung. Ia memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan. Eduardus juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
Pelayanan Air Bersih yang Masih Terbatas
Sementara itu, pelayanan air bersih di Kecamatan Bajawa dan sekitarnya masih dilakukan secara terbatas hingga kondisi jaringan kembali normal. Warga tetap diharapkan untuk tetap waspada dan menunggu informasi resmi dari pihak Perumda.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












