Ternyata Nus Kei Tewas Ditikam Saat Hendak Ikut Musda Golkar Malteng, Partai Golkar Maluku Minta Massa Tenang

Peristiwa Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Membuat Kegelisahan

Peristiwa tragis terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, saat Ketua DPD Partai Golkar setempat, Nus Kei, ditikam hingga tewas. Insiden ini terjadi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Kejadian tersebut memicu kegelisahan dan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk partai politik itu sendiri.

Nus Kei tiba di bandara pada Minggu (19/4/2026) setelah melakukan perjalanan dari Jakarta. Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh dua orang tak dikenal menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka serius di bagian dada, leher, dan tulang belakang. Meskipun sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia sekitar pukul 11.44 WIT.

Tanggapan Partai Golkar atas Insiden Ini

DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa ini. Partai menilai tindakan penikaman ini tidak hanya merugikan korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di wilayah Maluku Tenggara. Oleh karena itu, Golkar mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Dalam pernyataannya, Golkar mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Nus Kei. Partai menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Golkar juga meminta kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif secara transparan dan profesional.

Golkar juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Partai meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap waspada terhadap isu-isu yang bisa memecah belah persaudaraan.

Kronologi Penikaman Nus Kei

Menurut informasi yang dirangkum, Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura, Ambon. Setelah mendarat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.

Pria tersebut langsung menikam Nus Kei. Kakak korban, Antonius Rumatora, mencoba menghentikan pelaku, tetapi pelaku melawan dan melarikan diri. Korban kemudian berlari ke dalam area bandara, tetapi terjatuh di pintu keluar dan mendapat pertolongan dari petugas. Sayangnya, korban akhirnya meninggal dunia setelah tidak mampu bertahan hidup akibat pendarahan hebat.

Penangkapan Pelaku dan Penyelidikan

Pasca kejadian, aparat kepolisian cepat bertindak dan berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap motif di balik penyerangan tersebut. Sementara ini, motif penyerangan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi,” ujarnya.

Apakah Musda Golkar Maluku Tenggara Terancam Ditunda?

Saat ini, belum ada kepastian apakah Musda Golkar Maluku Tenggara akan ditunda atau tidak. Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias, belum memberikan jawaban resmi mengenai kelanjutan Musda. Ia hanya menyampaikan bahwa untuk kelanjutan Musda, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Kesimpulan

Peristiwa penikaman terhadap Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara telah menimbulkan dampak yang luas, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat umum. Partai Golkar berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum. Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang bisa memicu keributan.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?