Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 81: Menemukan Arti Kosakata dalam Cerpen “Tanah Air”
Berikut adalah kunci jawaban untuk materi Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 81 yang membahas tentang menemukan arti kosakata dalam cerpen “Tanah Air” karya Martin Aleida. Dalam pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami makna kata-kata yang digunakan dalam cerpen tersebut serta mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
1. Menemukan Arti Kosakata dalam Cerpen “Tanah Air”
- Teduh : Tenang; aman
- Ganjil : Lain daripada yang lain; tidak sebagaimana biasa; aneh; ajaib
- Tubir : Tepi sesuatu
- Igauan : Perkataan yang bukan-bukan; omong kosong; ocehan
- Membelenggu : Ikatan (sehingga tidak bebas lagi)
- Kesengsem : Menyukai
- Titimangsa : Tanggal
- Buntalan : Bungkusan
- Acuh tak acuh : Takpeduli
- Terkungkung : Terbelenggu, terkurung
2. Jawaban Pertanyaan Mengenai Unsur-unsur Ekstrinsik dalam Cerpen “Tanah Air”
a. Nilai Moral dalam Cerpen
Nilai moral sering disebut juga dengan etika, yaitu penilaian baik buruknya perilaku seseorang. Contohnya ada manusia yang jujur, rendah hati, punya integritas, dan punya kepedulian kepada sesama.
Nilai moral: Kita perlu meminta maaf jika terbukti bersalah.
Bukti pendukung: “Tidakkah kau menafsirkan sebutannya padamu itu sebagai tanda permintaan maaf. Bahwa kau adalah ayahnya yang baik. Bahwa kau tak pulang-pulang bukan lantaran kehendakmu.”
b. Nilai Sosial dalam Cerpen
Nilai sosial berkaitan dengan bagaimana seorang manusia menjalin hubungan dengan manusia lain dalam suatu masyarakat. Interaksi yang terjalin dalam masyarakat tersebut kadang memunculkan nilai-nilai kebaikan, kemanusiaan, sikap saling tolong, atau bahkan konflik.
Nilai sosial: Ketidakpedulian tetangga dan keluarga terhadap kondisi dan permasalahan orang lain.
Bukti: “Tetangga, sanak-famili boleh acuh-takacuh, karena takut, namun gereja membukakan pintu untukku. Walau hanya bubungan gereja kecil. Di situlah aku tinggal sambil menunggu aba-aba keberangkatan yang akan datang dari daratan impian.”
c. Nilai Budaya dalam Cerpen
Nilai budaya berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang berlangsung di suatu masyarakat yang mungkin tidak berlaku di masyarakat lain. Budaya tersebut mengikat masyarakat yang ada di dalamnya dan seharusnya dihormati oleh masyarakat yang tidak ada dalam lingkaran budaya tersebut.
Nilai budaya: Tokoh menggunakan nama-nama keturunan Tionghoa seperti Ang Sui.
Bukti: “Tanah Air Indonesia. Kalau terjadi apa-apa tolong hubungi istriku, An Sui. Ini nomor teleponnya.”
d. Nilai Politik dalam Cerpen
Nilai politik berkaitan dengan bagaimana suatu masyarakat hidup dalam aturan dan ketentuan suatu negara dan pemerintahannya.
Nilai politik: Adanya konflik politik di Tiongkok pada saat pemimpin Tiongkok Mao Zedong ingin meluruskan ajaran komunisme.
Bukti: ”Menurut cerita kawankawannya itu pula, ketika Revolusi Kebudayaan membanjir di seluruh daratan Tiongkok, dia acapkali termenung, tak percaya akan apa yang dia saksikan.”
e. Nilai Agama dalam Cerpen
Nilai agama berkaitan dengan aturan dan ketentuan dari agama-agama yang ada yang nilainya berbeda antara masing-masing agama. Ketentuan atau aturan tersebut harus dipatuhi oleh para pemeluknya.
Nilai agama: Adanya agama tertentu yang dianut oleh tokoh yaitu agama Katolik atau Kristen.
Bukti: “Walau hanya bubungan gereja kecil. Di situlah aku tinggal sambil menunggu aba-aba keberangkatan yang akan datang dari daratan impian.”












