Pengaruh Berkata Kasar pada Kekuatan Fisik dan Psikologis
Berkata kasar atau mengumpat sering kali dianggap sebagai perilaku yang tidak sopan dan sebaiknya dihindari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal ini justru bisa memiliki dampak positif, baik secara fisik maupun psikologis.
Para ilmuwan menemukan bahwa mengucapkan kata-kata kasar dapat membantu meningkatkan kekuatan fisik seseorang dan bahkan memungkinkan mereka untuk melewati batasan psikologis tertentu. Richard Stephens, seorang peneliti psikologi dari Keele University, Inggris, menjelaskan bahwa dalam banyak situasi, orang cenderung menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan penuh mereka. Mengumpat, menurutnya, adalah cara mudah untuk membuat diri lebih fokus, percaya diri, dan kurang terganggu, sehingga bisa lebih berani melakukan sesuatu.
Percobaan Dampak Mengumpat terhadap Kekuatan Fisik
Penelitian yang diterbitkan dalam American Psychologist tahun 2025 melibatkan dua percobaan. Pada percobaan pertama, 88 peserta berusia 18 hingga 65 tahun diminta memilih satu kata kasar dan satu kata netral. Kata-kata tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi seperti kepala terbentur meja.
Setelah itu, para peserta melakukan chair push-up, yaitu latihan dengan duduk dan memegang kursi lalu mengangkat tubuh hingga pantat dan kaki terangkat. Selama tugas tersebut, peserta diminta mengulang kata yang dipilih, baik kata kasar maupun netral, tergantung pada pengacakan.
Percobaan dilakukan secara daring melalui Microsoft Teams, dan peserta harus mempertahankan posisi tersebut selama mungkin hingga 60 detik. Setelahnya, mereka menjawab pertanyaan untuk mengukur tingkat state disinhibition, yakni sejauh mana mereka merasa bebas dari konsekuensi.
Penelitian Lanjutan dan Pengukuran Tambahan
Pada percobaan kedua, peneliti mengulangi latihan yang sama dengan 94 peserta lainnya. Pengukuran yang sama dilakukan, tetapi kali ini peneliti menambahkan beberapa parameter tambahan, seperti apatisme penonton (bystander apathy), sistem penghambatan perilaku (behavioral inhibition system), kecemasan kognitif, dan emosi negatif.
Hasil dari kedua percobaan menunjukkan bahwa berkata kasar memberikan manfaat dalam kinerja fisik. Peserta mampu mempertahankan posisi chair push-up lebih lama saat mengucapkan kata-kata kasar. Selain itu, pengukuran menunjukkan adanya peningkatan emosi positif, rasa humor, sensasi kebaruan, serta berkurangnya fokus pada hal-hal yang mengganggu.
Peran Emosi Positif dalam Aktivitas Fisik
Kondisi mental yang dihasilkan dari berkata kasar membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan, bukan sekadar melelahkan. Hal ini menunjukkan bahwa mengucapkan kata-kata kasar dapat membantu seseorang masuk ke kondisi mental yang lebih siap bertindak, lebih berani, lebih fokus, dan lebih terdorong untuk melakukan usaha fisik.
Stephens menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa berkata kasar mendorong kondisi psikologis yang mendukung upaya maksimal dan mengatasi batasan internal. Meski begitu, perlu dicatat bahwa bukti yang ada belum cukup untuk menunjukkan bahwa berkata kasar benar-benar memengaruhi fisik. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak kata kasar untuk mengonfirmasi atau menolak hipotesis tersebut.
Kesimpulan
Temuan ini membantu menjelaskan mengapa berkata kasar begitu umum. Menurut Stephen, berkata kasar secara harfiah adalah alat yang bebas kalori, tanpa obat-obatan, murah, dan mudah digunakan ketika kita membutuhkan dorongan dalam kinerja.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












