Pengakuan Keluarga tentang Kehidupan Evia Maria Mangolo
Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Universatu Negeri Manado (Unima), yang meninggal secara tak wajar di kos Tomohon, Sulawesi Utara, ternyata memiliki tambatan hati. Informasi ini disampaikan oleh Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com.
Pacar dan Rencana Tunangan
Menurut Ketsia, sang pacar saat ini sedang bertugas di Papua. Keduanya direncanakan akan melakukan tunangan setelah Evia lulus kuliah. Ia juga mengungkapkan bahwa Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung. Selain itu, ia pernah mengunggah foto sang pacar di media sosial.
Duka Ayah yang Hancur
Ketika ayah dari Evia tiba di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, malam terasa lebih gelap. Pria tersebut langsung tersungkur dan menangis histeris. Profesinya sebagai buruh bagasi membuatnya berusaha mencukupi kebutuhan kuliah anaknya. Namun kini, penyemangat hidupnya telah pergi untuk selamanya.
Kehidupan Keluarga yang Sederhana
Ketsia menjelaskan bahwa kedua orang tua Evia bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mereka rutin mengirim uang melalui orang lain yang kemudian mentransfernya ke Evia. Menurut dia, Evia belajar giat demi membalas jasa orang tuanya. Beberapa waktu lalu, Evia sempat mengunggah story sebuah foto yang diduga adalah bukti kelulusan KKN-nya. Di dalamnya, ia menulis “kado Natal untuk mama.”
Proses Otopsi yang Dilakukan
Jenazah Evia Maria Mangolo akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, Sulut. Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah. Ketsia menceritakan bahwa pada malam sebelum otopsi, ia merasa ada dorongan untuk memeriksa kaki jenazah. Saat itu, ditemukan tanda biru serta luka. Kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan paha atas. Dari situ, diputuskan untuk dilakukan otopsi.
Pengakuan Sepupu Mengenai Pesan WA Terakhir
Zefanya Brenda Montung, sepupu dari almarhumah Evia, mengaku sempat melihat story WhatsApp sang kakak sebelum ditemukan meninggal. Terakhir kali berkomunikasi lewat WhatsApp, Evia bilang akan pulang. Kampung halaman Evia berada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulut. Zefanya juga menceritakan isi story terakhir korban di media sosial WhatsApp. Dalam story tersebut, Evia mengupload foto video lama dirinya sedang bersama adiknya saat mandi di pantai. Caption storynya tertulis: “hadiah Natal for mama.” Besoknya, dia sudah ditemukan meninggal.
Sosok yang Baik dan Rajin
Maria Antoineta Evia Mangolo dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar, dan agak pendiam. Hal ini diungkapkan oleh Ketsia, tante korban. Ia mengatakan bahwa Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena fokus pada tugas. “Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” katanya. Ketsia juga menyebutkan bahwa Evia pintar dan baik hati. Meski pendiam, Evia memiliki semangat tinggi untuk belajar.
Pengalaman Akhir Bersama Keluarga
Ketsia mengatakan bahwa ia terakhir ketemu Evia beberapa bulan lalu. Saat itu, Evia tengah KKN dan mencari tempat kos. “Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia),” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal. Lalu menyusul story lainnya. “Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama,” katanya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












