Jalan Nordik Banyumas Kurangi Keluhan Nyeri Tulang dan Lutut

Komunitas Jalan Nordik Indonesia Banyumas Menjadi Pilihan Olahraga Lansia

Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, olahraga menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan. Salah satu bentuk olahraga yang kini mulai dikenal masyarakat adalah jalan nordik. Jalan nordik merupakan olahraga berjalan menggunakan dua tongkat sebagai alat bantu agar tubuh tetap tegak dan seimbang saat bergerak. Olahraga ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, terutama bagi lansia.

Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, komunitas jalan nordik telah berkembang pesat. Komunitas ini resmi berdiri pada tahun 2023 dengan nama Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Cabang Banyumas. Kegiatan ini di bawah naungan Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (Formi). Anggota komunitas ini terdiri dari berbagai kalangan, baik pra lansia maupun lansia, serta beberapa anggota muda.

Manfaat Jalan Nordik bagi Kesehatan

Agus Judharto, seorang pensiunan Polri berusia 74 tahun, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari olahraga jalan nordik. Ia bergabung dengan komunitas ini sejak dua tahun lalu. Menurutnya, jalan nordik membuat tubuhnya lebih ringan dan nyaman. “Karena jalannya kan kita harus benar-benar gerak. Memang ada teorinya, kita pakai tongkat, punggung tegak, dan pandangan ke depan,” katanya.

Agus memiliki keluhan di lutut akibat osteoartritis. Namun, setelah rutin berjalan nordik, rasa sakit di lututnya berkurang. Hal serupa juga dialami oleh Elly Lubis (61), yang memiliki masalah pada tulang belakang. Setelah dua tahun mengikuti jalan nordik, ia merasa kondisi tubuhnya semakin bugar.

Biaya Terjangkau dan Mudah Diakses

Salah satu keuntungan jalan nordik adalah biaya yang relatif murah. Tongkat yang digunakan bisa dibeli mulai dari harga Rp 100 ribu. Selain itu, olahraga ini juga membantu memperluas lingkaran pertemanan. Elly menyebutkan bahwa bergabung dalam komunitas jalan nordik membuatnya memiliki banyak teman baru. “Jadi banyak saudara juga sehingga bawaannya senang,” ujarnya.

Pertumbuhan Komunitas yang Pesat

Ketua KJNI Banyumas, Tjutjun Sunarti Rochidie (65), mengatakan bahwa komunitas ini baru berjalan selama tiga tahun. Awalnya, hanya ada 10 orang anggota. Namun, seiring waktu, jumlah anggota meningkat pesat hingga mencapai 170 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 orang adalah laki-laki. Sebagian besar anggota adalah lansia dan pra lansia, namun tidak sedikit juga anggota muda yang ikut bergabung.

Tjutjun menekankan bahwa jalan nordik bukanlah olahraga yang sulit. “Tongkat yang dipegang kedua tangan ini untuk membantu menggerakkan tubuh. Ada tata caranya, saat berjalan, badan harus tegak dan pegang tongkatnya harus 45 derajat.”

Jadwal Kegiatan dan Target Masa Depan

Kegiatan KJNI Banyumas dilakukan dua kali dalam seminggu. Pada hari Senin, mereka berlatih di GOR Satria. Sedangkan pada hari Jumat, lokasi kegiatan berpindah-pindah, seperti Kolam Retensi, Menara Teratai Mas, Alun-alun Purwokerto, atau tempat lainnya. Saat memulai kegiatan, mereka akan memulai dengan pemanasan, setelah itu berjalan selama 45 menit.

Tjutjun berharap, di tiap kecamatan akan ada embrio komunitas jalan nordik. “Sehingga, masyarakat semakin sehat, bugar, selaras dan bahagia sebagaimana slogan kami,” jelasnya.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?