Manfaat Kencur untuk Kesehatan dan Pengobatan Rematik
Tanaman kencur memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Rimpang dengan nama ilmiah Kaempferia galangal ini memiliki bentuk yang menyerupai jahe, tetapi rasanya lebih kuat hingga menyengat. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah terbuka di negara-negara Asia Tenggara, seperti Cina Selatan, Indonesia, Kamboja, dan Taiwan.
Kencur bisa dipanggang, dikeringkan dengan udara, atau digunakan dengan cara digiling atau dicampur dalam bumbu. Secara tradisional, kencur sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengurangi rasa sakit pada perut, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan mengobati rematik.
Kandungan yang terkandung di dalam kencur antara lain vitamin B, vitamin C, dan vitamin K. Selain itu, ada pula zat besi, selenium, kalsium, kalium, fosfor, zinc, dan asam folat. Semua kandungan tersebut memberikan manfaat yang signifikan bagi tubuh.
Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi. Kondisi ini merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Rematik lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang sistem otot dan tulang. Pada kenyataannya, rematik juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain, seperti jantung, paru-paru, sistem saraf, ginjal, kulit, dan mata. Jika tidak segera ditangani, rematik bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Salah satu manfaat kencur, yakni dapat mengatasi rematik, telah dibuktikan dengan berbagai macam studi dan penelitian. Studi pertama yakni studi yang berjudul “Efek Analgenik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur)”. Studi ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa ekstrak dari kencur memiliki efek antiinflamasi dan analgetik yang baik. Studi berikutnya yakni studi yang berjudul “Kencur dan Bioaktivitasnya”. Studi tersebut memberikan fakta bahwa bioaktivitas dari kencur mampu menjadi antiinflamasi dan analgetik.
Pakar Kesehatan dr Fery Juliawan, M.Th melalui kanal YouTube pribadinya menjelaskan cara mudah mengolah kencur sebagai obat herbal rematik. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan dua rimpang kencur, bersihkan
- Parut kencur hingga halus
- Seduh dengan satu gelas air hangat, aduk hingga rata
- Saring, boleh ditambahkan madu secukupnya
- Minum satu sampai dua kali sehari
Penyebab Rematik
Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sebagian besar penyakit rematik. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga terkait dengan masing-masing jenis penyakit ini, yaitu:
-
Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan yang membentuk sendi. Kondisi ini diduga terkait dengan faktor keturunan (genetik), juga infeksi virus dan bakteri. -
Ankylosing Spondylitis
Ankylosing spondylitis adalah peradangan pada bantalan di tulang belakang, yang ditandai dengan kaku dan nyeri di tulang belakang. Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun diduga berhubungan dengan kelainan pada gen HLA-B27. -
Sindrom Sjögren
Sindrom Sjögren terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang kelenjar penghasil cairan, seperti air liur atau air mata. Sama seperti pada rheumatoid arthritis, kondisi ini diduga terkait dengan kelainan genetik yang disertai infeksi bakteri atau virus. -
Artritis Psoriasis
Artritis psoriasis adalah radang sendi yang terjadi pada penderita psoriasis. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga sendi. Artritis psoriasis diduga terkait dengan kelainan genetik dan faktor keturunan. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh trauma fisik, serta infeksi virus atau bakteri. -
Lupus
Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat. Kondisi ini menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, atau paru. Penyebab terjadinya lupus masih belum diketahui. Namun, paparan sinar matahari, infeksi, atau obat-obatan tertentu, diduga dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












