Jakmania Pecah Rekor, Sosok Tak Terduga Jadi Sorotan

Jakmania Serbu Persija Jakarta Meski Kalahkan Bhayangkara FC, Sosok di Luar Logika Malah Kena Sindir

Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan telak atas tamunya Bhayangkara FC dalam laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). Pertandingan ini berlangsung dengan skor akhir 3-0 untuk kemenangan Macan Kemayoran.

Tiga gol kemenangan Persija Jakarta dicetak oleh Allano Brendon pada menit ke-45+5, Putu Gede di menit ke-62, dan Jordi Amat pada menit ke-78. Hasil ini membuat Persija Jakarta menggeser posisi Malut United di tabel klasemen sementara Liga 1 2025/2026.

Dengan 32 poin, Persija Jakarta kini memiliki margin satu angka dari Malut United yang berada di posisi keempat. Selain itu, mereka juga unggul dua poin dari Persib Bandung dan Borneo FC yang menduduki peringkat pertama dan kedua klasemen sementara.

Seperti biasa, kemenangan Persija Jakarta disambut antusias oleh para Jakmania. Namun, yang menarik perhatian adalah adanya sebuah nama yang justru menjadi topik pembahasan setelah pertandingan ini. Nama tersebut adalah Andre Rosiade, penasehat Semen Padang yang beberapa waktu lalu sempat berdebat dengan suporter Persija Jakarta di media sosial.

Banyak netizen yang memberikan sindiran terhadap Andre Rosiade melalui berbagai komentar di media sosial. Beberapa contoh komentarnya adalah:

  • “@andre_rosiade (emoji tutup mulut)”
  • “@andre_rosiade (emoji tutup mulut)”
  • “Besok tanggal berapa Jak …. Oiye Cang komentar Nye dong @andre_rosiade … Silahkan ngadu ke papah @ferrypaulus22”
  • “@andre_rosiade besok tanggal brpa pak wkwk”
  • “PERSIJA kalo kaga di gembosin Wasit menang Om.. @andre_rosiade”
  • “@andre_rosiade arep Takon pak ,Saiki tanggal Piro Yo ???”
  • “hallo @andre_rosiade”

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Pertandingan dimulai dengan cepat. Belum genap 2 menit, Persija Jakarta langsung mendapatkan sepak pojok. Eksel Runtukahu mencoba memanfaatkan peluang emas di menit ke-5, namun tendangannya masih bisa dibaca oleh Aqil Savik.

Maxwell Souza memberikan ancaman dengan tendangan bebasnya, namun bola masih melebar di sisi kanan gawang Bhayangkara FC. Persija Jakarta kesulitan hingga menit ke-38, namun coba menyerang melalui kedua sisi sayap. Sayangnya, serangan selalu terhenti.

Di menit ke-46, Eksel Runtukahu melakukan akselerasi cepat, namun dijegal oleh Nehar Sadiki. Wasit Toriq langsung memberi hadiah penalti untuk Persija Jakarta. Allano Brendon sukses menendang bola ke sisi kiri gawang Aqil Savik, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Persija Jakarta.

Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor tetap tidak berubah. Persija Jakarta unggul 1-0 atas Bhayangkara FC.

Babak Kedua

Di babak kedua, Bhayangkara FC langsung tampil menekan sejak menit pertama. Dony Tri Pamungkas menciptakan peluang yang mengancam, namun umpannya gagal diakhiri oleh Eksel Runtukahu.

Di menit ke-61, crossing Bruno Tubarao salah diintersep oleh Putu Gede. Bola yang dihalau oleh Putu Gede justru masuk ke dalam gawang Bhayangkara FC. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Persija Jakarta.

Susunan Pemain

Di line up-nya, Persija Jakarta menurunkan skuad terbaik dengan hanya merotasi satu pemain dari laga sebelumnya. Tiga bek sejajar: Thales Lira, Jordi Amat, dan Rizky Ridho, ditemani Bruno Tubarao di sisi kanan dan Dony Tri di sisi kiri.

Di tengah lapangan, Fabio Calonego dan Van Basty Sousa bertindak sebagai jangkar. Trisula di lini serang diisi oleh Maxwell Souza, Eksel Runtukahu, dan Allano Brendon.

Di bench, Mauricio Souza menyimpan kejutan yang bisa jadi pembeda, yaitu Witan Sulaeman.

Di kubu Bhayangkara FC, Paul Munster melakukan banyak perubahan. Ilija Spasojevic dicadangkan dan digantikan oleh Dendy Sulistyawan. Lini depan diisi oleh Frengky Missa dan Ryan Kurnia.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?