Manfaat Olahraga untuk Mengelola Kolesterol Tinggi
Ketika seseorang didiagnosis dengan kolesterol tinggi, dokter sering kali menyarankan untuk segera melakukan perubahan gaya hidup. Salah satu cara paling efektif adalah dengan rutin berolahraga. Selain memperbaiki pola makan, olahraga menjadi salah satu langkah penting yang dapat membantu mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kolesterol adalah zat lemak yang beredar di dalam darah. Jika konsumsi makanan yang kaya akan kolesterol terlalu tinggi, zat ini dapat menempel pada dinding arteri, menyebabkan penyempitan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan berolahraga, berat badan bisa turun, yang disertai penurunan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) dan peningkatan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL).
Berikut beberapa jenis olahraga yang dapat membantu menurunkan kolesterol secara efektif:
-
Jalan cepat
Jalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang mudah, murah, dan aman dilakukan oleh siapa pun. Bagi orang tua, jalan kaki juga baik untuk menjaga kesehatan sendi. Sebuah penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah olahraga lebih penting daripada jenisnya. Orang yang menggunakan tingkat energi yang sama saat berolahraga merasakan manfaat serupa, baik saat berjalan atau berlari. Manfaatnya termasuk penurunan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. -
Bersepeda
Bersepeda memiliki dampak yang sama seperti jogging tetapi tidak terlalu membebani persendian. Jika mengalami nyeri sendi, sebaiknya pilih bersepeda daripada lari. Bersepeda juga memberikan manfaat yang sama baiknya dengan lari dalam hal menurunkan kolesterol. Studi tahun 2016 menemukan bahwa orang yang bersepeda ke tempat kerja memiliki risiko lebih rendah terkena kolesterol tinggi dibandingkan mereka yang tidak bersepeda. -
Berenang
Berenang merupakan latihan aerobik yang paling baik untuk persendian. Sebuah studi tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang berenang memiliki berat badan, distribusi lemak tubuh, dan kadar kolesterol LDL yang lebih baik dibandingkan mereka yang berjalan kaki. Studi lainnya pada tahun 2008 menemukan bahwa perenang memiliki risiko kematian akibat apa pun sebesar 53 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki yang tidak banyak bergerak. -
Angkat beban
Angkat beban direkomendasikan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan beban juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi. Studi tahun 2011 menemukan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam olahraga ketahanan mampu membersihkan LDL dari aliran darah lebih cepat. Latihan ketahanan juga dapat melindungi kesehatan jantung. Studi tahun 2012 melaporkan bahwa kombinasi antara latihan ketahanan dan aerobik membantu menurunkan berat badan dan lemak lebih efektif daripada hanya melakukan salah satunya saja. -
Aktivitas fisik secara teratur
Selain olahraga, aktivitas fisik harian seperti menyapu, mengepel, jalan kaki ke pasar, berkebun, dan naik turun tangga juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Jika tidak sempat berolahraga, pastikan kamu tetap aktif sepanjang hari dan hindari duduk terlalu lama. -
Yoga

Yoga terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan secara langsung memengaruhi kadar kolesterol. Program yoga selama tiga bulan membantu menurunkan kolesterol total dan LDL serta meningkatkan HDL pada pengidap diabetes. Dalam studi tahun 2013, para peserta berlatih sekitar satu jam sehari. -
Berlari
Berlari secara teratur memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kebugaran, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan mental. Studi tahun 2019 menunjukkan bahwa orang yang rutin berlari memiliki risiko kematian 27 persen lebih rendah dari semua penyebab kematian. Berlari juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Kolesterol tinggi bisa dikelola dengan rutin berolahraga dan pengobatan dari dokter jika diperlukan. Perubahan gaya hidup seperti memperbaiki pola makan dan berhenti merokok juga sangat penting.












