Pengakuan Lula Lahfah tentang Nyeri Tubuh Sebelum Meninggal

Kondisi Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Lula Lahfah sempat membagikan kondisi kesehatannya di media sosial. Ia menceritakan perjalanan penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang dialaminya setelah berobat ke rumah sakit. Dalam sebuah cuplikan Instastory yang diunggah oleh akun @lulalahfah, ia menjelaskan rasa sakit yang dirasakan tubuhnya.

“Awalnya meriang sebadan, ngilu. Sendi-sendi ngilu. Dipegang aja ngilu. Terus demam tinggi ternyata. Terus perut aku keram banget-banget. Nafas aja sakit,” tulisnya dalam keterangan yang diposting beberapa minggu lalu.

Lula juga menyebutkan bahwa ia diperiksa di rumah sakit dan diketahui mengidap ISK. “Akhirnya aku ke RS dicek, aku infeksi bakteri. Terus pas ditelusuri bakterinya dari urine.”

Ia mengakui memiliki riwayat ISK karena sering menahan buang air kecil. Namun, ia bingung mengapa tiba-tiba mengalami ISK tanpa gejala apapun. “Aku bingung aku ga ada gejala anyeng2an sama sekali kok tiba-tiba ISK.”

Lula kemudian menjelaskan kebiasaannya yang sering lupa untuk minum air putih. “Aku tu entah kenapa memang selalu lupa untuk minum… abis makan mie yang seret aja aku lupa minum rasanya b aja gitu…”

Selain itu, ia takut minum air terlalu banyak karena khawatir ingin pipis di saat yang tidak tepat. “Ditambah karena aku pernah ISK aku takut kalo minum air banyak-banyak. Krn aku takut pengen pipis di saat yg tidak tepat. Contoh lagi di jalan macet tb tb pengen pipis tuh duh aku anti banget tapi ternyata malah bikin ISK juga krn minum WKWK.”

Ia juga menyampaikan bahwa perutnya masih merasa kram meskipun demam sudah hilang. “Sekarang udh ga demam tapi sampai detik ini perut keramku belum hilang. Masih sakit banget jadinya tadi di CT Scan. Smoga hasilnya aman-aman aja yaaa… aaamminnn.”

Penyakit ISK yang Tidak Boleh Diremehkan

Penyakit ISK yang dialami oleh selebgram Lula Lahfah sebenarnya tidak bisa disepelekan. Gejala ISK dapat berupa nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, sering ingin berkemih, urine keruh atau berbau menyengat, nyeri perut bawah, hingga demam. Pada kasus yang lebih berat, terutama jika infeksi telah mencapai ginjal, penderita dapat mengalami nyeri pinggang hebat, mual, muntah, dan demam tinggi.

Menurut informasi dari Halo Doc, ISK dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. ISK yang dibiarkan dapat berkembang menjadi urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri dari saluran kemih masuk ke aliran darah dan memicu sepsis, suatu reaksi peradangan sistemik yang mengancam nyawa.

Sepsis dapat menyebabkan kegagalan organ vital seperti ginjal, paru-paru, dan jantung, serta penurunan tekanan darah drastis yang berujung pada syok septik. Risiko kematian akibat ISK jauh lebih tinggi pada lansia, bayi, penderita penyakit kronis, serta pasien dengan sistem imun lemah.

Oleh karena itu, meskipun ISK sering dianggap sebagai penyakit ringan, secara klinis kondisi ini tidak boleh diremehkan. Penanganan dini dengan antibiotik yang sesuai, hidrasi yang cukup, serta pemeriksaan medis lanjutan sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Kronologi Penemuan Jenazah Lula Lahfah

Influencer Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di lantai 25 apartemen wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Lula ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART), Asiah, setelah tidak mendapat respons dari korban saat ingin membuka pintu kamarnya.

Berdasarkan informasi kepolisian, Asiah curiga karena pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan Lula tidak juga keluar kamar. Asiah kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar.

“Minta bantuan pihak pengelola untuk membuka pintu karena udah curiga dan khawatir almarhumah dalam keadaan sakit,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Setelah pintu berhasil dibuka sekitar pukul 18.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi terlentang di atas kasur, berselimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. “Ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwarna kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan,” kata dia.

Asiah kemudian menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten pribadi korban tiba di lokasi. Sementara itu, kepada polisi, Cindy mengaku terakhir berkomunikasi dengan Asiah pada sore hari. Ia langsung menuju apartemen setelah mendapat kabar bahwa Lula tidak bernapas.

“Dia di telpon Mbak Asiah sekitar pukul 17.30 WIB dan bilang ‘Cin..Cin.. kak Lula udah enggak ada napas’,” jelas Murodih.

Karena masih belum yakin dengan kabar itu, Cindy meminta Asiah untuk mengecek kondisi Lula kembali dan memintanya untuk membawa ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Brawijaya. Kemudian Cindy pun tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi Lula yang sudah tidak bernyawa.

Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi Lula datang ke lokasi untuk memeriksa kondisi jenazah. “Dokter tiba untuk mengecek korban dan ditemukan obat,” imbuh dia.

Selanjutnya, pukul 20.20 WIB, tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakukan olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” jelas Murodih.

Lalu, pukul 21.20 WIB, Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum. “Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ucap dia.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?