Pendakwah Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Perihal Sikat Gigi Saat Puasa
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan mengenai boleh atau tidaknya menyikat gigi pada siang hari ketika menjalankan ibadah puasa, termasuk di Ramadan 2026. Selama ini, banyak orang berpendapat bahwa menyikat gigi tidak membatalkan puasa. Namun, sangat dianjurkan untuk menyikat gigi pada pagi hari, bukan siang hari.
Adanya pendapat ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Amir bin Rabi’ah yang pernah melihat Rasulullah SAW menyikat gigi atau bersiwak dalam keadaan puasa. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sikat gigi atau bersiwak termasuk amalan mustahab. Dengan kata lain, menggosok gigi saat puasa di siang hari hukumnya boleh dan bahkan termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan, jika dilakukan, akan mendapatkan pahala, sedangkan jika ditinggalkan tidak mengandung dosa.
“Kata Nabi SAW, kalaulah tidak memberatkan kepada umatku, tentu aku akan perintahkan umatku untuk bersiwak setiap kali akan shalat,” ujar Ustaz Adi Hidayat di kanal YouTube AsWaJa YT. Menurut para ulama, di siang Ramadhan justru dianjurkan amalan mustahab.
Meski dianjurkan, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa tidak disarankan untuk menyikat gigi pada siang hari menggunakan pasta gigi. Pasalnya, pasta gigi dikhawatirkan dapat mengumpulkan ludah, yang berisiko jika tertelan. “Tapi yang dianjurkan jangan gunakan pasta gigi yang dapat sekiranya mengumpulkan ludah. Apabila sebagian terkumpul atau tertelan maka makruh hukumnya,” tambahnya.
Soal Kumur-kumur
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan sejumlah amalan-amalan saat puasa. Amalan tersebut di antaranya yakni amalan mujawwaz atau jaizatusshiyam atau amalan yang boleh dilaksanakan. Misalnya kumur-kumur dan juga suntik. Kumur-kumur diperbolehkan baik saat wudhu maupun di luar wudhu, dengan catatan di saat situasi panas luar biasa.
Selain itu, suntik untuk obat juga bersifat boleh atau jaiz. Namun jenis cairan yang disuntikkan bukan untuk menambah energi seperti misalnya suntik vitamin C. Melainkan adanya penyakit yang pengobatannya dengan cara harus disuntikkan ke tubuh. “Kalau yang boleh dilakukan itu artinya tidak ada pahala dan tidak ada dosa bisa dilakukan saja,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Amalan Makruh
Ustaz Adi Hidayat menambahkan, ada pula amalan makruhatusshiyam atau amalan yang makruh dilakukan. Misalnya sengaja kumur-kumur tanpa ada alasan, maka itu hukumnya makruh. Hal ini dikarenakan khawatir sebagian bisa tertelan. “Kalau sengaja kumur-kumur tidak ada alasan itu makruh hukumnya. Khawatir sebagian bisa tertelan,” tegas sang ustaz.
Selain itu, mencium aroma masakan secara terlalu berlebihan serta mencicipinya juga hukumnya adalah makruh. Terlebih melembutkan makanan bayi dengan cara dimasukkan ke mulut.
Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa
Ketika berpuasa produksi air liur akan berkurang. Hal ini yang menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga akan muncul bau tidak sedap di mulut. Saat menjalani puasa, hampir semua orang mengeluhkan hal ini, yaitu bau mulut tidak sedap. Akhirnya membuat seseorang menjadi tidak percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang banyak.
Ternyata ada beberapa cara ampuh yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut saat puasa, di antaranya:
-
Sikat Gigi
Setelah berbuka puasa maupun setelah sahur sangat dianjurkan untuk menyikat gigi agar terhindari dari aroma bau mulut yang tidak sedap. Rutin menyikat gigi dapat membersihkan area gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan yang menyangkut. Sisa makanan ini dapat memicu bakteri berkembang biak dan menyebabkan bau mulut. Anda juga dapat menyikat gigi di siang hari jika dirasa perlu, namun memang banyak orang yang kurang nyaman menyikat gigi di siang hari. Namun Anda dianjurkan menyikat gigi tanpa pasta gigi, atau menggunakan sikatnya saja. -
Berkumur dengan Obat Kumur
Bakteri yang berasal dari sisa makanan dapat menjadi penyebab bau mulut tidak sedap. Disarankan untuk berkumur menggunakan obat kumur yang bebas alkohol. Rutin berkumur menggunakan obat kumur dapat mengurangi bau mulut tidak sedap saat berpuasa. Anda dapat menggunakan obat kumur setelah menyikat gigi, sehingga kebersihan gigi menjadi lebih maksimal. -
Membersihkan Lidah
Tidak hanya gigi saja yang harus dibersihkan, namun lidah juga. Lidah dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak dan menyebabkan bau mulut tidak sedap. Anda dapat membersihkan lidah dengan menggunakan alat pembersih lidah yang bisa Anda temukan di toko maupun apotek, ketimbang menggunakan sikat gigi. -
Menjaga Kesehatan Gusi
Bukan hanya gigi dan ludah, gusi juga harus menjadi perhatian jika Anda tidak ingin aroma mulut tidak sedap saat sedang menjalankan ibadah puasa. Sama halnya dengan gigi dan lidah, gusi juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Karang gigi yang menempel juga dapat menjadi penyebab bau mulut menjadi tidak sedap. Oleh karenanya sangat disarankan untuk rutin memeriksa kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali ke dokter gigi.












