Pesan Annisa Pohan di HUT ke-48 KJS: Banyak Milenial Terkena Penyakit Jantung

Pentingnya Kesehatan Jantung di Kalangan Anak Muda

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono, mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan jantung. Imbauan ini disampaikan dalam sebuah webinar yang dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, YJI Cabang Kabupaten/Kota, serta Klub-Klub Jantung Sehat seluruh Indonesia.

Webinar ini digelar dalam rangka memperingati ulang tahun Klub Jantung Sehat (KJS) yang ke-48. Dalam acara tersebut, Annisa Pohan menyampaikan data mengejutkan yang diperoleh dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Berdasarkan data tersebut, jumlah pasien penyakit jantung di kelompok usia muda, yaitu 25-34 tahun, mencapai 140.206 orang. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang.

Fakta ini sangat memprihatinkan karena biasanya penyakit jantung lebih sering menyerang individu dengan usia lanjut. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa kelompok usia muda menjadi yang paling rentan terkena penyakit jantung.

Faktor Penyebab Tingginya Kasus Penyakit Jantung pada Anak Muda

Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan kasus penyakit jantung di kalangan anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini meliputi kurangnya aktivitas fisik, budaya “mager” atau malas gerak, pola makan yang tidak seimbang, serta konsumsi alkohol dan rokok, termasuk rokok elektrik.

Menurut Prof. Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.JP., FACC., salah satu pendiri KJS, anggota KJS Jakarta hanya berjumlah 35 orang dalam waktu setahun. Namun, saat ini jumlah anggotanya telah meningkat menjadi puluhan ribu di seluruh Indonesia. Prof. Dede, yang diangkat sebagai guru besar Universitas Indonesia pada tahun 2003, memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kedokteran di universitas tersebut.

Meskipun berusia 83 tahun, Prof. Dede masih tetap aktif sebagai pembicara di berbagai seminar nasional maupun internasional. Ia juga banyak memberikan informasi tentang sejarah berdirinya Yayasan Jantung Indonesia sejak tahun 1974 hingga sekarang.

Pembicara Kedua: Dr. Bambang Dwiputra

Pembicara kedua dalam webinar ini adalah dr. Bambang Dwiputra, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang sangat berpengalaman. Ia bekerja di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, dan memiliki keahlian di bidang kardiologi intervensi. Selain itu, dr. Bambang juga aktif dalam berbagai organisasi profesional seperti Indonesia Heart Association dan European Society of Cardiology.

Dalam sesi paparannya, dr. Bambang menyampaikan bahwa pola makan dapat memengaruhi kesehatan jantung. Ia menunjukkan slide yang menampilkan makanan populer dari Indonesia seperti rendang dan nasi goreng. Menurutnya, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung, antara lain:

  • Kurang aktivitas fisik atau “mager” mencapai 34,3 persen
  • Obesitas sebesar 30,5 persen
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi sebesar 29,6 persen
  • Merokok sebesar 28,3 persen
  • Diabetis melitus sebesar 1,8 persen

Tanda-Tanda Penyakit Jantung

Dr. Bambang juga menjelaskan tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit jantung, antara lain:

  • Nyeri dada atau dada tidak nyaman
  • Sempoyongan/pusing, mual atau muntah
  • Nyeri menjalar pada rahang, leher atau tembus ke punggung
  • Nyeri menjalar hingga ke lengan/bahu kiri
  • Sesak napas

Ia menyarankan agar rutin berolahraga aerobik (lari, jalan, senam) setiap minggu antara 150 – 300 menit atau sekitar 30 menit per hari. Dua hari di antaranya diselingi dengan olahraga beban untuk menjaga kekuatan otot.

Ramadhan dan Kesehatan Jantung

Di akhir paparannya, dr. Bambang menjelaskan mengapa Ramadhan baik untuk jantung. Pertama, perubahan pola makan membuat makan menjadi teratur dan ada saatnya istirahat tidak makan untuk jangka waktu tertentu. Ini dapat memperbaiki metabolisme. Kedua, saat puasa tubuh mengalami beberapa perubahan positif, seperti proses pembersihan sel-sel rusak, membuat tubuh lebih sehat. Ketiga, puasa membantu kontrol gula darah dan meningkatkan pembakaran lemak. Akhirnya, puasa dapat membantu menurunkan berat badan dan menjadi momentum membentuk kebiasaan sehat.

Tips Sahur yang Ramah Jantung

Terakhir, dr. Bambang memberikan tips tentang bagaimana sahur yang ramah jantung. Antara lain:

  • Makan karbohidrat kompleks (oat, nasi merah)
  • Protein cukup (telur, ikan, tahu/tempe)
  • Makanan berserat tinggi (sayur dan buah-buahan)
  • Hindari garam dan gorengan berlebihan

Jauhar Efendi, Sekretaris YJI Kaltim, melaporkan bahwa pengurus YJI Kaltim, termasuk kabupaten/kota dan klub-klub jantung sehat di Kaltim, turut menyimak dengan sungguh-sungguh. Setelah paparan dua narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di akhir webinar, panitia yang diketuai oleh dr. Gobind membagikan doorprize sebanyak 20 untuk dipilih secara acak kepada seluruh peserta, khususnya peserta dari Klub Jantung Sehat.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?