Psikolog: Dongeng Tingkatkan Perkembangan Karakter Anak



JAKARTA – Banyak orang tua saat ini berharap anak-anak mereka menjadi pribadi yang baik di masa depan, dengan pendidikan karakter yang dimulai sejak dini. Namun, tidak semua orang tua memahami cara mewujudkan impian tersebut. Banyak dari mereka menghadapi tantangan dalam mendidik anak, terutama dalam hal emosional dan keterbatasan waktu akibat perkembangan teknologi.

Peran orang tua sering kali tergantikan oleh gadget atau media digital, sehingga membuat proses pendidikan karakter semakin sulit. Meski begitu, ada solusi sederhana yang bisa dilakukan, yaitu dengan berdongeng. Metode ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif untuk membantu tumbuh kembang anak secara holistik.

Pakar psikolog tumbuh kembang anak, Nisfie Hoessein, menjelaskan bahwa berdongeng dapat memicu imajinasi anak dan memberi kesempatan mereka untuk bereksplorasi. Ia menegaskan bahwa dalam proses itu, anak-anak belajar tanpa sadar. “Anak-anak senang diajak berkelana melalui dongeng. Mereka bisa belajar apa yang belum mereka ketahui melalui perasaan dan imajinasi,” ujarnya.

Nisfie menyarankan agar orang tua mulai memperkenalkan dongeng kepada anak sejak usia enam bulan. Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam menyampaikan cerita agar anak tetap tertarik. “Dengan baby book dan kreativitas orang tua, anak bisa terus dekat dengan kita,” tambahnya.

Selain itu, Nisfie menyebutkan bahwa pengulangan cerita yang disesuaikan dengan konteks edukatif dapat meningkatkan pemahaman anak. “Kuncinya adalah bagaimana kita mengemas dongeng agar menarik dan bermanfaat,” jelasnya. Ia juga menyarankan agar orang tua tidak terlalu mengandalkan gadget sebagai alat pendidikan. “Anak di bawah 12 tahun sebaiknya diajarkan dengan media lain seperti mainan atau aktivitas positif,” ujarnya.

Nisfie menekankan bahwa media dongeng juga bisa menjadi sarana membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak. “Dengan berdongeng, orang tua bisa lebih dekat dengan anak dan mudah mengajarkan nilai-nilai baik,” katanya.

McDonald Indonesia turut berkontribusi dalam program pendidikan karakter anak melalui Safari Dongeng Ramadan (SADORA). Program ini telah berlangsung selama 23 tahun sejak 2003, dengan tujuan memberikan pesan moral dan edukasi melalui dongeng. Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Carolline Kurniadjadja, menjelaskan bahwa SADORA sangat disambut oleh masyarakat. “Program ini diadakan jelang berbuka puasa dan sangat diminati para orang tua,” ujarnya.

Tahun ini, SADORA juga dilengkapi dengan seminar psikologi bagi orang tua. Program spesial ini berlangsung di 35 outlet McDonald Indonesia dan akan berlangsung hingga 15 Maret mendatang. Dengan inisiatif ini, McDonald Indonesia berupaya membantu orang tua dalam mendidik anak-anak mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?