Mulyono 10 Tahun Cuci Darah di RS Rafflesia Bengkulu Didukung BPJS Kesehatan

Pengalaman Mulyono dalam Menjalani Cuci Darah Selama 10 Tahun

Mulyono (54), seorang warga Kota Bengkulu, telah menjalani cuci darah selama sekitar sepuluh tahun akibat gagal ginjal stadium lima. Ia rutin melakukan prosedur tersebut dua kali dalam seminggu. Selama masa ini, ia menggunakan BPJS Kesehatan mandiri kelas 3 yang telah ia ikuti selama sepuluh tahun.

Saat ini, Mulyono berprofesi sebagai wiraswasta dengan usaha kecil-kecilan di rumah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 3. Dalam wawancara yang dilakukan di ruang Hemodialisis atau ruang cuci darah di RS Rafflesia, Kota Bengkulu, ia menyampaikan bahwa alhamdulillah saat ini memiliki sedikit usaha di rumah.

Rutinitas Cuci Darah

Mulyono mulai menjalani cuci darah sejak sekitar satu dekade lalu dan hingga kini masih menjalankannya secara teratur dua kali dalam seminggu. Ia menyampaikan bahwa pengalamannya selama 10 tahun ini sangat berarti baginya. “Sudah jalan 10 tahun, Alhamdulillah. Seminggu dua kali cuci darah,” ujarnya.

Riwayat Pekerjaan

Sebelum mengalami sakit, Mulyono bekerja sebagai operator di perusahaan tambang batu bara di Bengkulu. Pola kerja yang berlangsung hingga 24 jam membuatnya harus menjaga stamina tubuh. Saat itu, ia sering mengonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap kuat bekerja, terutama saat harus terjaga dalam waktu lama.

“Kerja di tambang itu kan bisa sampai 24 jam. Jadi untuk menahan supaya tetap kuat dan tidak mengantuk, saya terpaksa mengonsumsi minuman energi,” jelas Mulyono.

Awal Mula Sakit

Namun, kebiasaan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan kesehatan, terutama pada bagian ginjal. Saat memasuki usia sekitar 46 tahun, ia mulai merasakan kondisi tubuh yang tidak normal. Awalnya, gejala yang dirasakan dianggap sebagai sakit biasa. Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis, ia didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium lima dan harus segera menjalani cuci darah.

“Awalnya terasa badan tidak enak, saya kira sakit biasa. Setelah diperiksa, ternyata ginjal sudah bermasalah dan harus cuci darah. Sudah stadium lima,” kata Mulyono.

Peran BPJS Kesehatan

Kini, Mulyono rutin melakukan cuci darah, beruntungnya, ia sudah mendaftarkan diri di BPJS Kesehatan sejak 10 tahun terakhir. Hingga kini, cuci darahnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama 10 tahun terakhir. Dengan begitu, urusan berobat Mulyono berjalan lancar, ia mengungkapkan selama menjalani pengobatan dengan menggunakan BPJS Kesehatan tak dipersulit.

“Sekarang rutin untuk cuci darah pakai BPJS Kesehatan, kalau layanan nya Alhamdulillah lancar, berobat langsung dilayani, untuk biaya ditanggung BPJS Kesehatan, kadang telat bayar BPJS terlambat, dirinya tak dipersulit,” papar Mulyono.

Harapan dan Pesan

Mulyono kini hanya bisa menjalani pengobatan secara rutin sembari tetap berusaha menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang ada. Ia pun berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih menjaga kesehatan, terutama dalam pola konsumsi dan gaya hidup. Kemudian, untuk pelayanan di rumah sakit dan layanan BPJS Kesehatan dapat lebih ditingkatkan.

Tak hanya itu, Mulyono juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggak pembayaran BPJS Kesehatan agar masyarakat yang lain dapat berobat dengan gratis.

“Harapan nya kedepan layanan di rumah sakit dan BPJS Kesehatan lebih baik lagi, untuk saat ini saya sudah puas dengan layanan yang ada, diharapkan masyarakat tak menunggak pembayaran BPJS,” tutup Mulyono.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?