Daerah  

Pantai Lalang Rusak, Pohon Mangrove dan Cemara Mulai Tumbang

Kondisi Pantai Lalang yang Memprihatinkan

Pantai Nyiur Melambai atau Pantai Lalang di Desa Lalang, Kabupaten Belitung Timur, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kawasan pesisir yang dulu dikenal indah dan asri kini mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan timah ilegal yang terus berlangsung.

Kepala Desa Lalang, Muhammad, menyampaikan kekhawatirannya atas kerusakan lingkungan yang semakin parah, terutama pada kawasan mangrove dan vegetasi pantai. Ia menjelaskan bahwa dampak dari aktivitas penambangan ini sangat jelas terlihat.

  • Mangrove yang seharusnya menjadi pelindung alami dari abrasi kini mulai hilang.
  • Pohon cemara besar-besar yang tumbuh di kawasan tersebut juga telah tumbang akibat aktivitas penambangan.

Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, seperti pemasangan spanduk larangan dan patroli bersama aparat, aktivitas penambangan ilegal di kawasan muara Pantai Lalang masih terjadi. Baru-baru ini, aparat kepolisian melalui Polsek Manggar melakukan inspeksi mendadak (sidak) atas instruksi Polres Belitung Timur. Dalam operasi tersebut, ditemukan tiga mesin robin yang ditinggalkan oleh penambang di lokasi dan langsung diamankan sebagai barang bukti.

Muhammad menjelaskan bahwa laporan terkait aktivitas tambang ilegal tersebut berasal dari masyarakat yang mulai resah dengan kondisi lingkungan di sekitar muara. Mereka memberi informasi bahwa ada kegiatan penambangan di lokasi tersebut. Setelah dilakukan penyidikan, ditemukan mesin-mesin tersebut dan langsung diangkut ke Polsek.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa penyitaan mesin hanyalah solusi jangka pendek dari masalah yang sudah mengakar. Aktivitas penambangan di lokasi tersebut sudah terjadi berulang kali, meski imbauan tak henti-hentinya disuarakan.

Pemerintah Desa, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa sudah sering turun langsung ke lapangan. Spanduk larangan pun telah dipasang di berbagai sudut strategis, namun seolah hanya pajangan. Dampak nyata yang kini dirasakan masyarakat Desa Lalang adalah kerusakan vegetasi pantai yang kian parah.

Selain mangrove, pohon-pohon cemara yang telah tumbuh besar pun turut menjadi korban. Muhammad menegaskan bahwa kerugian yang dialami oleh masyarakat jelas terasa.

“Dirinya mendapat laporan dari masyarakat bahwa di muara itu ada kegiatan penambangan. Akhirnya dilakukan penyidikan dan ditemukan mesin, yang kemudian langsung diangkut ke Polsek,” ujarnya.

Muhammad mengungkapkan bahwa pelaku penambangan ini terindikasi tidak hanya warga Desa Lalang saja. Ada percampuran warga dari tempat lain yang ikut mengadu nasib di wilayah tersebut. Lokasi tersebut memang dikenal sebagai eks lahan PT Timah yang masih menyimpan sisa-sisa kandungan bijih timah. Hal inilah yang menjadi magnet bagi para penambang untuk terus datang meski dilarang.

“Mungkin mereka mengambil sisa-sisa dari PT Timah kemarin. Di sepanjang Pantai Nyiur Melambai itu memang banyak kandungan timahnya,” ungkap Muhammad.

Pemerintah desa sebenarnya sangat mendukung langkah tegas dari pihak kepolisian dan Satpol PP. Sinergi lintas sektoral dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan aset desa yang tersisa. Muhammad menjelaskan bahwa laporan masyarakat biasanya masuk melalui desa terlebih dahulu sebelum diteruskan ke aparat. Meski begitu, ia tidak akan melarang apabila masyarakat berniat langsung melaporkan ke pihak berwenang.

Masyarakat bisa saja langsung melaporkan aktivitas penambangan ke Polsek, ke Polres, ataupun ke Satpol PP jika melihat ada kegiatan ilegal di sana,” tambahnya.

Muhammad berkeinginan Pantai Lalang bisa kembali ke fitrahnya sebagai pusat pariwisata. Ia merindukan masa di mana daerah tersebut masih terjaga dan asri. Terakhir, ia berharap Desa Lalang bangkit kembali di sektor pariwisata dan mengembangkan daerah-daerah yang masih terjaga untuk tujuan wisata masa depan.

“Harapan kami dan masyarakat, aktivitas penambangan di pesisir pantai ini tidak ada lagi. Kami ingin daerah yang masih terjaga ini bisa dikembangkan untuk wisata,” tutupnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?