Kenaikan Harga BBM dan Bahan Baku Konstruksi Picu Kekhawatiran di Kalangan Pengusaha
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku konstruksi menjadi sorotan utama bagi para pelaku usaha di Karawang. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang periode 2026β2030, Aris Susanto, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap biaya produksi dan daya beli masyarakat.
Salah satu yang paling mencolok adalah kenaikan harga solar industri B40 yang tembus di atas Rp28.000 hingga Rp30.000 per liter. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi yang akan berujung pada kenaikan harga barang dan jasa. Dampaknya, masyarakat semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar akibat tekanan inflasi.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku konstruksi seperti besi dan aspal juga turut memperparah situasi. Harga besi yang sebelumnya hanya Rp90 ribu per batang kini naik menjadi Rp100 ribu. Sementara itu, aspal yang awalnya dijual dengan harga Rp1,5 juta per ton kini meningkat menjadi Rp1,9 juta per ton. Perubahan ini tentu saja membuat pengusaha harus menyesuaikan anggaran produksi mereka.
Dampak Kenaikan Biaya Produksi
Aris Susanto menjelaskan bahwa kenaikan biaya produksi dapat menyebabkan penurunan laba atau bahkan kenaikan harga produk. “Akibatnya, modal sudah pasti naik, biaya produksi otomatis meningkat, sehingga harga jual naik dan berpengaruh pada daya beli masyarakat,” ujarnya.
Peningkatan biaya ini juga mengancam stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan dari seluruh pelaku usaha sangat diperlukan agar organisasi Kadin dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Karawang.
Pemilihan Ketua Kadin Karawang Secara Aklamasi
Sebelumnya, Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-8 Kadin Karawang yang digelar di Hotel Resinda, Rabu (15/4/2026), menetapkan Aris Susanto sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Proses pemilihan ini berlangsung di tengah dinamika organisasi, termasuk isu dualisme kepemimpinan di tingkat Kadin Jawa Barat.
Meskipun ada tantangan, forum Mukab kali ini berjalan dengan pengawasan ketat dari panitia dan berlangsung kondusif hingga penetapan ketua. Steering Committee (SC) telah menetapkan tiga kandidat yang bersaing, yakni Abdul Aziz Mathori, Novriyanto Syafrudin, dan Aris Susanto. Ketiganya menjalani masa karantina sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas jalannya forum.
Karena dua kandidat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Aris Susanto resmi terpilih secara aklamasi sebagai ketua Kadin Karawang.
Komitmen untuk Merangkul Seluruh Pelaku Usaha
Aris menyampaikan bahwa amanah ini akan dijalankannya dengan penuh tanggung jawab, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk kembali bersatu. βIni amanah besar. Setelah pemilihan tidak ada lagi perbedaan. Kadin harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha di Karawang,β katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Kadin Karawang dapat menjadi mitra yang kuat bagi pengusaha lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.












